BacaJogja – Pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini menjadi sorotan nasional sebagai contoh keberhasilan penguatan ekonomi daerah berbasis akses keuangan. Dalam Forum Deepening Sektor Keuangan, Dirjen SPSK Kementerian Keuangan, Masyita Crystallin, Ph.D., memaparkan bahwa ekonomi DIY tumbuh di atas rata-rata nasional berkat kontribusi sektor manufaktur, pertanian, konstruksi, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Namun untuk menjaga keberlanjutan laju pertumbuhan tersebut, akses keuangan di Yogyakarta harus semakin luas dan inklusif. Pelaku UMKM, pekerja kreatif, hingga sektor industri pendidikan dinilai membutuhkan akses yang lebih optimal terhadap tabungan, pembiayaan, asuransi, dan program pensiun.
“Yogyakarta memiliki ekosistem ekonomi yang kaya. Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh potensi ini terhubung dengan sektor keuangan agar pelaku usaha bisa berkembang dan masyarakat semakin terlindungi,” jelas Dirjen SPSK.
Baca Juga: KAI Wisata dan Daop 4 Semarang Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Jalur Kereta Api Wisata Heritage
Selama ini, instrumen keuangan negara Sukuk Negara (SBSN) memiliki kontribusi besar dalam membiayai infrastruktur strategis di DIY, mulai dari transportasi, fasilitas umum, hingga pengelolaan lingkungan. Keberhasilan tersebut membuka peluang bagi alternatif pembiayaan lain seperti obligasi daerah, terutama bagi pemerintah daerah dengan tata kelola fiskal yang baik.
Kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan juga menjadi perhatian forum, di mana dukungan likuiditas kepada perbankan diharapkan memperluas penyaluran kredit ke sektor riil. Untuk wilayah DIY, kebijakan ini dinilai sangat relevan mengingat jumlah UMKM yang besar dan kebutuhan pembiayaan usaha kreatif yang terus meningkat.
Penguatan akses keuangan di daerah juga diharapkan mampu memperbaiki ketahanan ekonomi masyarakat, terutama pekerja sektor informal. Dengan semakin luasnya pemanfaatan asuransi, tabungan, dan program pensiun, kesejahteraan jangka panjang masyarakat DIY dinilai akan semakin terlindungi dari risiko ekonomi.
Harapannya, ekosistem ekonomi DIY terus berkembang dan menjadi model percepatan ekonomi daerah melalui sinergi pemangku kepentingan di pusat dan daerah. Jika konektivitas antara pelaku usaha dan layanan keuangan diperkuat secara konsisten, Yogyakarta diprediksi menjadi salah satu motor penguatan ekonomi nasional berbasis ekonomi rakyat dan kreativitas. []






