Bus Listrik Pemda DIY Rute Jombor–Malioboro Resmi Beroperasi Mulai 2026, Ini Pertimbangannya

  • Whatsapp
bus listrik jogja
Dishub DIY menetapkan rute Jombor–Malioboro sebagai jalur operasional bus listrik setelah uji coba setahun penuh. Tarif mulai Rp 500 hingga Rp 2.700. (Ist)

BacaJogja  – Uji coba operasional bus listrik milik Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi rampung. Setelah menjalani uji coba selama satu tahun penuh, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY akhirnya menetapkan rute Terminal Jombor–Malioboro sebagai jalur operasional bus listrik ke depannya.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap tiga rute yang diuji coba sejak Desember 2024 hingga 31 Desember 2025, yakni Bandara Adisutjipto–Malioboro, Parkir Ngabean–Malioboro, dan Jombor–Malioboro.

Read More

Jombor–Malioboro Dinilai Paling Potensial

Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengatakan bahwa rute Jombor–Malioboro dipilih karena memiliki potensi penumpang yang tinggi serta didukung infrastruktur transportasi yang memadai.

“Ada beberapa hal yang mendukung, di sana ada simpul terminal tipe B di Jombor. Artinya, itu menjadi tempat naik-turun penumpang. Selain itu, saat ini belum ada rute yang langsung menghubungkan Jombor ke Malioboro,” ujar Sapto saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, meski jumlah penumpang di ketiga rute uji coba sama-sama tinggi, dua rute lain telah terlayani optimal oleh Trans Jogja dengan interval keberangkatan sekitar 15 menit.

“Dari hasil evaluasi, akhirnya sesuai kajian awal, kita tetapkan rute Malioboro–Jombor,” jelasnya.

Dukung Konsep Sumbu Filosofis Yogyakarta

Sapto menambahkan, ke depan Dishub DIY membuka peluang penambahan armada bus listrik, terutama di kawasan Malioboro yang merupakan bagian dari Sumbu Filosofis Yogyakarta.

“Kalau nanti dapat bus lagi, kita tempatkan di rute ini lagi. Supaya lebih sering terlihat di Malioboro. Konsepnya kan Sumbu Filosofis, dan yang melewati kawasan itu idealnya kendaraan listrik,” ujarnya.

Namun demikian, Dishub DIY menegaskan bahwa penggantian seluruh armada Trans Jogja yang melintasi Malioboro dengan bus listrik tidak bisa dilakukan secara sekaligus.

Kendala Pengisian Daya Masih Jadi Tantangan

Selama masa uji coba, operasional bus listrik di rute Jombor–Malioboro dilakukan bertahap, mulai dari 8 jam pagi–sore, 8 jam siang–malam, hingga 16 jam penuh.

Dari evaluasi tersebut, kendala utama yang masih dihadapi adalah waktu pengisian daya. Saat ini, fasilitas pengisian bus listrik di DIY baru tersedia di Bandara Adisutjipto.

“Sekali pengisian sekitar satu jam. Tapi kalau dihitung perjalanan pergi-pulang ke bandara, total bisa memakan waktu sekitar dua jam,” terang Sapto.

Artinya, dari total 16 jam operasional harian, bus listrik harus kehilangan waktu layanan untuk proses pengisian daya.

Tarif Bus Listrik Mulai Berlaku 1 Januari 2026

Seiring berakhirnya masa uji coba, bus listrik Pemda DIY resmi dikenakan tarif mulai 1 Januari 2026. Skema tarif disamakan dengan layanan Trans Jogja dan hanya melayani pembayaran nontunai.

Berikut rincian tarif bus listrik:

  • Tarif reguler: Rp 2.700 per perjalanan
  • Lansia dan difabel (Kartu Khusus): Rp 2.000 per perjalanan
  • Pelajar (Kartu Khusus Pelajar): Rp 500 per perjalanan

“Tarif bus listrik sama seperti Trans Jogja,” pungkas Sapto. []

Related posts