Pemancing Hilang di Tebing Grendan Gunungkidul, Motor dan Alat Pancing Ditemukan Tanpa Pemilik

  • Whatsapp
barang korban
Barang milik korban yang dilaporkan hilang. (Ist)

BacaJogja  — Suasana pagi di kawasan Tebing Grendan, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, mendadak mencekam. Sejumlah alat pancing, makanan, dan minuman ditemukan tertata rapi di tepi tebing, namun tak satu pun orang berada di lokasi.

Tak jauh dari titik tersebut, warga juga menemukan sepeda motor Honda Vario putih bernomor polisi AB 2450 XW beserta helm, yang diduga kuat milik seorang pemancing yang kini dinyatakan hilang.

Read More

Laporan penemuan barang-barang tersebut diterima petugas pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Lokasi kejadian berada di Tebing Grendan, kawasan pesisir yang terletak di antara Pantai Wediombo dan Pantai Jungwok.

Identitas Korban Diketahui Warga Sleman

Korban diketahui bernama Wasgito (39), warga Widomartani, Ngemplak, Sleman. Berdasarkan keterangan saksi, korban datang ke Tebing Grendan untuk memancing sejak Jumat sore (9/1/2026) bersama seorang temannya.

Namun menjelang malam, kondisi cuaca memburuk. Hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut tinggi mulai melanda kawasan tersebut.

“Temannya pamit pulang lebih dulu karena kedinginan. Setelah itu, korban sudah tidak bisa dihubungi,” kata Sigit, saksi mata yang pertama kali menemukan sepeda motor korban di lokasi kejadian.

Keesokan paginya, kabar mengejutkan beredar di kalangan warga dan komunitas pemancing. Seluruh peralatan memancing korban masih berada di lokasi, termasuk bekal makanan dan minuman. Namun, Wasgito tak terlihat di sekitar tebing maupun jalur turun ke laut.

“Motor dan helm masih ada. Alat pancing juga lengkap. Tapi orangnya tidak ada,” ujar Sigit.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa korban terjatuh ke laut atau mengalami kecelakaan di tebing yang dikenal curam dan berbahaya, terutama saat cuaca ekstrem.

Muncul Sosok Misterius Pemancing Lokal

Dalam perkembangan pencarian, muncul informasi lain yang turut menyita perhatian. Disebutkan bahwa ada satu pemancing lain yang datang menyusul ke lokasi pada malam hari.

Pemancing tersebut disebut sebagai pemancing lokal, namun hingga kini identitasnya belum diketahui dan belum ada keterangan resmi apakah yang bersangkutan sempat bertemu dengan korban.

Informasi ini kini turut menjadi bahan penelusuran pihak berwenang.

Proses pencarian korban melibatkan Tim SAR gabungan, terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, TNI AL, nelayan setempat, serta komunitas pemancing. Pencarian dilakukan dengan menyisir area tebing serta laut.

Penyisiran laut dilakukan dari arah Pantai Siung hingga Pelabuhan Sadeng, menyesuaikan arah arus dan gelombang.

Namun hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan.

Upaya pencarian menghadapi kendala serius akibat faktor cuaca. Hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut yang meningkat membuat proses pencarian harus dilakukan dengan ekstra kehati-hatian.

Petugas mengimbau masyarakat, khususnya para pemancing, untuk menunda aktivitas di kawasan tebing dan laut selatan saat cuaca tidak bersahabat. []

Related posts