Dugaan Penganiayaan Driver Ojol, Polres Sleman Amankan Terduga Pelaku dan Mediasi Massa

  • Whatsapp
polresta sleman
Polresta Sleman memberikan keterangan pers perihal dugaan penganiayaan driver ojol. (Polresta Sleman)

BacaJogja – Dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang driver ojek online bernama Ayuningtiyas Mega Lukito memicu respons besar dari komunitas driver di Sleman. Insiden ini terjadi pada Sabtu malam, 5 Juli 2025, di wilayah Bantulan, Sidoarum, Godean, Sleman, dan langsung ditangani oleh Polresta Sleman.

Menurut laporan, sekitar pukul 23.30 WIB, ratusan driver ShopeeFood mendatangi rumah warga yang diduga sebagai pelaku penganiayaan. Aksi ini mengundang perhatian publik dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Polisi yang menerima laporan segera melakukan langkah-langkah pengamanan dan mediasi di lokasi kejadian.

Read More

Situasi berlanjut hingga dini hari. Sekitar pukul 01.00 WIB, massa driver mendatangi Mapolresta Sleman untuk menanyakan perkembangan kasus dan meminta kejelasan mengenai terduga pelaku yang telah diamankan.

Baca Juga: Viral! Kisah Driver Ojol dan Customer Berujung Cekcok hingga Dugaan Kekerasan di Yogyakarta

Merespons hal ini, pada pukul 02.00 WIB, Polresta menghadirkan Takbirdha Tsalasiwi Wartyana, terduga pelaku, untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan massa. Setelahnya, sebagian besar massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 03.31 WIB.

Namun, ketegangan belum sepenuhnya reda. Usai dari kantor polisi, sejumlah massa kembali berkumpul di Simpang Tiga Bantulan dan sempat melakukan aksi pelemparan serta membakar ban di dekat portal penjagaan. Aksi ini sempat menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait penganiayaan tersebut dan akan menindaklanjuti kasus secara profesional.

Baca Juga: Viral Geger Geden ‘Pasukan Kurir ShopeeFood’ Vs ‘Mas Pelayaran’ di Sleman

“Kami meminta masyarakat, termasuk komunitas driver ojek online, untuk mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Jangan mudah terpancing emosi. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Hingga saat ini, penyidik Polresta Sleman masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang terlibat, baik dalam dugaan penganiayaan maupun kericuhan pascakejadian. []

Related posts