BacaJogja – Sebuah unggahan warganet dengan nama akun Sweetypie menjadi perhatian publik setelah membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat menemani pasangannya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Peristiwa tersebut terjadi pada 3 Juli 2025 di wilayah Yogyakarta.
Curhat tersebut pertama kali diunggah melalui media sosial MerapiNews dan dilengkapi rekaman video yang memperlihatkan sebagian kejadian. Postingan ini kemudian menyebar luas, menuai simpati sekaligus keprihatinan ribuan warganet, dan viral di berbagai platform media sosial.
Menurut pengakuannya, saat itu ia bersama pasangannya pergi ke kampus untuk mengurus keperluan administrasi. Setelah urusan selesai, keduanya memutuskan untuk sekalian mengambil orderan ojek online agar tidak bolak-balik ke tempat tinggal mereka di Ketingan, Seturan.
Baca Juga: Prambanan Jazz Festival 2025 Hadirkan Kenny G dan eaJ Park: Cek Rundown dan Line Up Lengkap
Setelah sempat makan dan membeli pakan kucing di daerah Godean, mereka menerima double order otomatis dari aplikasi Shopee Food, yakni pesanan Fore Coffee dan Special Sambal. Pasangannya merasa kasihan kepada customer Fore Coffee yang kemungkinan harus menunggu lama karena pesanan Special Sambal biasanya memakan waktu cukup lama hingga satu jam.
Oleh sebab itu, ia lebih dahulu menghubungi customer Fore Coffee untuk menjelaskan situasi tersebut dan menanyakan apakah pesanan bersifat mendesak. Namun, menurut keterangan penulis, customer tersebut langsung menelepon dengan nada tinggi dan menuntut agar pesanan tiba tepat waktu.
“Saya mendengar sendiri customer itu berkata, ‘Saya tidak mau tahu, harus on time!’ dengan nada ketus,” tulis Sweetypie dalam unggahannya.
Setelah menjemput pesanan Fore Coffee, keduanya segera menuju restoran Special Sambal. Benar saja, proses persiapan memakan waktu cukup lama. Mereka sudah menginformasikan kepada pihak restoran bahwa customer pertama telah marah. Penulis juga sempat mengonfirmasi kembali melalui pesan singkat kepada customer, tetapi tidak direspons.
Baca Juga: Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali: 4 Meninggal, Puluhan Masih Dicari
Usai pesanan siap, mereka mengantarkan orderan pertama dengan cepat. Pengantaran berjalan lancar. Namun saat menuju lokasi pengantaran kedua, jalanan macet parah karena adanya kirab. Mereka terpaksa memutar arah untuk mencari jalur alternatif dan mengonfirmasi kondisi tersebut kepada customer.
Respons customer, menurut pengakuan penulis, hanya singkat: “Biar bintang yang berbicara.” Penulis mengaku sudah merasa tidak nyaman sejak saat itu. Mereka tiba sekitar lima menit lebih lambat dari estimasi aplikasi. Untuk berjaga-jaga, ia memutuskan merekam proses pengantaran.

Sesampainya di lokasi Bantulan, pasangan penulis menyerahkan pesanan dan berniat segera pergi. Namun customer menantang dengan nada tinggi, menanyakan soal penilaian bintang. “Pacar saya menjelaskan jika memungkinkan mohon diberikan bintang lima karena itu berpengaruh pada performa,” tulisnya.
Penulis yang bermaksud membantu menjelaskan mengenai sistem double order justru disambut emosi oleh customer. Situasi pun memanas. Seorang laki-laki lain, yang diduga keluarga customer, tiba-tiba ikut tersulut emosi, menarik kerah bajunya, dan menyeretnya. Penulis mengaku mengalami luka lecet di tangan dan wajah akibat cakar pelaku.
“Saya syok dan blank, tidak tahu apa yang terjadi. Saat itu, saya dijambak di kepala kiri dan kanan oleh dua orang berbeda,” ungkapnya.
Baca Juga: Liburan Seru di Goa Terawang Blora: Wisata Alam, Geopark, dan Kafe Eksotis
Dalam kondisi tertekan, penulis sempat mencoba melakukan siaran langsung di Instagram. Tidak lama kemudian, sejumlah warga sekitar berdatangan dan membantu melerai. Sebelumnya, pihak keluarga customer yang disebut sempat berusaha “memisahkan” justru diduga turut melakukan intimidasi.
“Saya berharap masalah ini dapat segera diproses secara cepat dan adil oleh pihak yang berwenang. Karena kejadian ini tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis,” tutupnya.
Video yang diunggah dalam postingan MerapiNews memperlihatkan detik-detik cekcok dan dugaan tindak kekerasan tersebut. Rekaman itu membuat banyak warganet geram dan menyayangkan tindakan customer yang dinilai tidak manusiawi terhadap mitra pengemudi ojek online.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden ini. Namun pada malam ini, pihak Orange (driver Shopee) sudah berada di lokasi rumah customer dan rencananya akan dilakukan proses mediasi antara kedua belah pihak. []






