194 Tahun Bantul: Merajut Masa Depan dengan Semangat Budaya Satriya

  • Whatsapp
Sarasehan peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul. (Pemkab Bantul)

BacaJogja – Ada yang istimewa dalam peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul tahun ini. Dengan mengusung tema “Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja”, pemerintah daerah tidak sekadar memperingati hari lahir, tetapi juga menyalakan obor semangat baru: membangun karakter masyarakat yang tangguh, produktif, dan berdaya saing.

Tema yang diangkat bukanlah sekadar slogan. Ia adalah cermin dari tekad Kabupaten Bantul untuk menapaki masa depan dengan bertumpu pada kekuatan budaya dan warisan nilai-nilai luhur para leluhur. Filosofi “Sawiji Ambuka Kertaning Praja” bermakna bersatu padu membuka gerbang kemakmuran dan kesejahteraan, sebuah tujuan besar yang ingin diraih bersama oleh seluruh lapisan masyarakat Bantul.

Read More

Baca Juga: Daftar 7 Pelanggaran yang Ditindak dalam Operasi Patuh Progo 2025 di Bantul

Sebagai langkah awal, pada Kamis (10/7/2025), Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Sarasehan Hari Jadi Ke-194 di Pendopo Manggala Parasamya. Acara ini menjadi panggung peluncuran Bantul Bumi Satriya sekaligus forum reflektif yang menghadirkan dua tokoh penting: Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K) dari Prampara Praja DIY dan Ir. Yuwono Sri Suwito, M.M. dari Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya.

Kepala Bappeda Bantul, Ari Budi Nugroho, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa sarasehan ini bukan sekadar diskusi, melainkan wujud nyata dari upaya menggali, merumuskan ulang, dan menanamkan nilai-nilai satriya kepada generasi masa kini. “Nilai-nilai satriya dari para leluhur harus bisa menjadi pengetahuan yang hidup, membekas di hati masyarakat dan terutama generasi muda,” ujarnya. “Inilah bagian dari kontribusi Bantul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.”

Dalam semangat itu pula, lahirlah semboyan “Bantul Waras, Wasis, Waskita”—sehat secara jasmani dan rohani (waras), cerdas dan terampil (wasis), serta bijaksana dalam berpikir dan bertindak (waskita). Tiga karakter yang menjadi fondasi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, mengajak seluruh masyarakat untuk membulatkan tekad dan bersatu dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Bantul: menjadi daerah yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera, berlandaskan keberagaman dan budaya istimewa.

Baca Juga: Fakta Gempa Bantul 11 Juli 2025: Magnitudo 4,0 dan Berpusat di Zona Subduksi

“Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, nilai-nilai satriya harus ditumbuhkan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Ini adalah investasi budaya dan mental untuk masa depan Bantul yang lebih hebat,” tegas Halim dalam pidatonya.

Melalui peringatan hari jadi ini, Bantul bukan hanya merayakan usia, tapi juga menegaskan arah perjalanan baru: menjadikan kearifan lokal sebagai energi pembangunan. Sebab dari bumi satriya inilah, nilai-nilai kebaikan dan kekuatan akan diwariskan—dari generasi ke generasi.

Catatan Redaksi:
Feature ini ditulis sebagai bagian dari rangkaian liputan Hari Jadi Ke-194 Kabupaten Bantul, menggambarkan semangat budaya dan visi pembangunan menuju masa depan yang lebih cerah. []

Related posts