Meriah! Bantul Creative Carnival 2025 Tampilkan Parade Budaya di Malam Hari

  • Whatsapp

BacaJogja – Ribuan warga tumpah ruah memadati ruas jalan utama Bantul, Sabtu (2/8/2025) malam, dalam perhelatan perdana Bantul Creative Carnival 2025 yang digelar untuk pertama kalinya di malam hari. Ajang spektakuler ini menjadi salah satu puncak perayaan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Bahkan dua jam sebelum acara dimulai pada pukul 18.00 WIB, kawasan Pasar Bantul telah dipenuhi penonton yang berdesakan di tepi jalan demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan parade budaya dan kreativitas warga.

Read More

Mengusung tema “Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja”, karnaval ini mengandung makna bahwa Bantul adalah tanah para satria—insan gagah berani, berintegritas, dan berdedikasi tinggi—yang bersatu membuka gerbang kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Resmi! 18 Agustus 2025 Libur Nasional Rayakan HUT ke-80 RI dengan Pesta Rakyat

Karnaval Malam Hari Perdana, Disambut Meriah

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat sekaligus potensi besar dalam membangun daerah melalui semangat gotong royong.

“Bantul Creative Carnival ini untuk pertama kalinya digelar malam hari. Ke depan, kami akan terus mengadakan di malam hari seperti ini karena lebih sejuk dan melibatkan lebih banyak orang,” ujar Halim.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 kontingen dari berbagai elemen masyarakat seperti kapanewon, OPD, komunitas seni, hingga organisasi masyarakat. Bahkan jumlah peserta dibatasi karena antusiasme tinggi—lebih dari 50 pihak menyatakan ingin berpartisipasi.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Bantul adalah masyarakat yang guyub rukun. Ini simbol kebersamaan, simbol semangat golong gilig untuk maju bersama,” tambahnya.

Baca Juga: Yogyakarta Tetapkan KLB Leptospirosis: Ancaman Kencing Tikus Kian Nyata

Menuju Pengakuan Dunia sebagai Kota Kreatif

Lebih dari sekadar hiburan, karnaval ini menjadi bagian dari langkah strategis Bantul menuju pengakuan sebagai kota kreatif dunia dari UNESCO dalam kategori craft and folk art.

“UNESCO membutuhkan bukti nyata. Tari-tarian dan budaya yang ditampilkan malam ini adalah bentuk seni rakyat—folk art—yang menjadi kekuatan lokal kita,” kata Halim.

Rute karnaval dimulai dari Simpang Klodran, melewati Pasar Bantul sebagai titik display utama, dan berakhir di Simpang Sumuran. Penonton memadati sepanjang rute, menyaksikan kostum tematik, atraksi budaya, dan ekspresi seni rakyat dari tiap kontingen.

Baca Juga: Jadwal Lengkap SIM Keliling dan SIM Corner Polda DIY Agustus 2025, Ini Lokasi dan Jamnya!

Ruang Ekspresi dan Strategi Pemberdayaan

Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar tontonan, melainkan wadah ekspresi budaya dan inovasi warga.

“Kami ingin menjadikan ini sebagai panggung budaya dan kreatif masyarakat Bantul. Partisipan berasal dari kapanewon, OPD, organisasi masyarakat, hingga komunitas seni. Ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Sebagai ajang kompetisi, panitia juga menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah, dibagi dalam dua kategori penilaian: instansi pemerintah (OPD dan kapanewon), serta unsur masyarakat umum.

“Tujuan utamanya bukan hanya perayaan, tapi juga pemberdayaan. Dengan ruang ini, masyarakat bisa menampilkan kreativitasnya, dan UMKM pun mendapat peluang ekonomi,” tambah Prapta.

Dengan kemeriahan, semangat kolaborasi, dan dukungan masyarakat, Bantul Creative Carnival 2025 tak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga langkah nyata menuju Bantul sebagai pusat kreativitas dan budaya di mata dunia. []

Related posts