10.629 Mahasiswa Baru Resmi Jadi Warga UGM, Sri Paduka Ajak Hayati Nilai Toleransi Yogyakarta

  • Whatsapp
mahasiswa baru UGM
Penerimaan mahasiswa baru UGM (Pemda DIY)

BacaJogja – Sebanyak 10.629 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun akademik 2025/2026 resmi memulai perjalanan akademiknya melalui pembukaan Program Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada yang digelar di Lapangan Pancasila, UGM, pada Senin (4/8/2025).

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, hadir mewakili Pemerintah Daerah dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menyambut para mahasiswa baru yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dan lima negara sahabat.

Read More

“Selamat datang di Yogyakarta. Mewakili Pemerintah Daerah dan masyarakat DIY, saya sangat berbahagia menyambut Ananda semua, yang telah memilih Yogyakarta sebagai destinasi studi. Semoga Ananda bisa merasakan semangat kota ini—penuh toleransi, kebudayaan, dan kesempatan untuk berkembang,” ucap Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY.

Baca Juga: Viral! Ricuh Pembuat Konten Vs Pemotor Diduga Mabuk Jelang Subuh di Tugu Jogja

Sri Paduka menekankan bahwa masa muda adalah momen penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan. Ia mengajak para mahasiswa untuk menjadikan setiap momen di Yogyakarta sebagai sarana mengasah kepekaan sosial, memperkuat empati, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan.

“Jadikanlah masa kuliah sebagai ruang untuk memperdalam keterampilan kolaborasi, kecerdasan emosional, dan kepemimpinan berbasis nilai. Mari kita hayati semangat pendidikan dan budaya Yogyakarta,” pesannya.

UGM Siapkan Generasi Pemimpin Berdaya Saing Global

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., turut menyambut mahasiswa baru dengan menekankan pentingnya komitmen menjadi pribadi unggul. Ia berharap UGM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu, karakter, dan karya nyata demi menjawab tantangan masa depan.

“Gadjah Mada Muda harus tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga dalam sikap, budaya, dan karakter. Jadikan kampus ini tempat berproses, beradaptasi, dan berinovasi demi kehidupan bangsa dan kemanusiaan,” ujar Rektor.

Baca Juga: Saparan Desa Borobudur 2025: Kirab Budaya, Bazar UMKM, dan Wayang Kulit Meriahkan Tradisi Leluhur

Prof. Ova juga menyoroti bahwa kegiatan PIONIR bertujuan membentuk mahasiswa berkarakter yang berpijak pada tiga pilar UGM: kerakyatan, kemandirian, dan keberlanjutan. Ia mengajak mahasiswa baru untuk terus memupuk semangat kolaboratif dan kreatif di lingkungan kampus.

Gaya Hidup Berkelanjutan Jadi Fokus PIONIR Gadjah Mada

Dalam laporan kepanitiaan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa dari total mahasiswa baru, 8.728 merupakan mahasiswa program sarjana dan 1.901 dari program sarjana terapan. Tak hanya dari seluruh penjuru Indonesia, UGM juga menerima 32 mahasiswa asing dari India, Tiongkok, Pakistan, Malaysia, dan Timor Leste.

Baca Juga: Pasar Sayur Bahagia Meriahkan Peletakan Batu Pembangunan Rumah Tahfidz An-Nashir Yogyakarta

Arie juga menekankan bahwa PIONIR tahun ini dirancang untuk menanamkan gaya hidup berkelanjutan sejak awal. Para mahasiswa diperkenalkan pada praktik pemilahan sampah dan prinsip zero waste sejak hari pertama orientasi.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep keberlanjutan secara teori, tetapi juga langsung menerapkannya. Ini adalah bagian dari membentuk kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial sejak dini,” ujarnya.

Dengan semangat menyatu bersama masyarakat, budaya, dan lingkungan, UGM membuka gerbangnya bagi generasi muda yang siap menjadi agen perubahan lokal dan global. []

Related posts