Saparan Desa Borobudur 2025: Kirab Budaya, Bazar UMKM, dan Wayang Kulit Meriahkan Tradisi Leluhur

  • Whatsapp
saparan borobudur
Saparan Desa Borobudur 2025. (Ist)

BacaJogja – Tradisi budaya tahunan Saparan Desa Borobudur kembali digelar pada 7 hingga 10 Agustus 2025 mendatang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pelestarian budaya lokal dan penghormatan terhadap warisan leluhur, khususnya situs sejarah Candi Borobudur.

Dengan tema besar “Kirab Sedekah Bumi – Merti Warisan Leluhur Candi Borobudur”, rangkaian acara Saparan tahun ini diawali pada 7 Agustus 2025 dengan arak-arakan tumpeng dari Balai Desa menuju Pelataran Candi Borobudur, melalui rute Paras – TWC. Prosesi ini disertai dengan doa bersama sebagai bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada alam.

Read More

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan di Bantul: Pembonceng Meninggal, Pengendara Luka Serius

Rangkaian Acara 8–10 Agustus 2025:

📍 Lokasi: Balkondes Agro Edu Wisata, Dusun Maitan, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur

1. Bazar UMKM 20 Dusun

Menampilkan jajanan tradisional khas Borobudur, kerajinan tangan, hingga aneka produk lokal yang menggambarkan kekayaan kuliner dan kreativitas warga desa.

2. Pentas Kesenian Rakyat

Penampilan seni budaya dari berbagai kelompok masyarakat seperti:

  • Terta Kedaton Janan
  • Cahyo Mudo Gejagan
  • Leyak Gosoro Giritegah
  • Jatilan Turonggo Mudo Ngaran I

Baca Juga: Meriah! Bantul Creative Carnival 2025 Tampilkan Parade Budaya di Malam Hari

3. Pagelaran Wayang Kulit

Pertunjukan seni pedalangan akan menjadi puncak hiburan malam hari:

  • Ki Hari Dharmo Wijoyo membawakan lakon Morwotolo
  • Ki Bayu H.P dari Sawangan membawakan lakon Sang Bimo Suci
  • Dimeriahkan juga oleh bintang tamu Whysky (putra Rabies) dan Panji Blorong

Acara Saparan Desa Borobudur 2025 ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi ajang memperkuat identitas budaya serta mendongkrak ekonomi lokal lewat partisipasi UMKM. Masyarakat dan wisatawan pun diajak untuk ikut serta merasakan semangat gotong royong dan kekayaan budaya tanah Borobudur. []

Related posts