BacaJogja – Mobil rantis Brimob belakangan menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam insiden yang merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online. Kendaraan yang diduga digunakan adalah Rantis Rimueng, salah satu kendaraan taktis (rantis) andalan Korps Brimob Polri.
Spesifikasi dan Kegunaan Rantis Brimob Rimueng
Rimueng merupakan kendaraan taktis patroli jarak jauh yang dirancang untuk berbagai kebutuhan operasi, mulai dari pengamanan VVIP, penanganan unjuk rasa, hingga kendaraan tempur konvensional.
Dilansir dari akun resmi Humas Korps Brimob, rantis ini mampu menampung 4 personel di dalam kabin serta 8 personel tambahan yang berdiri di footstep sisi kanan dan kiri bagian luar.
Baca Juga: IPW: Brimob Lindas Ojol hingga Meninggal Langgar Prosedur, Harus Diproses Hukum
Beberapa spesifikasi utama Rimueng antara lain:
- Panjang kendaraan: 5,33 meter
- Bobot: ±14 ton
- Kapasitas personel: 12 orang dengan perlengkapan tempur lengkap
- Bodi: full body armor plate berlapis baja
- Kaca: ketebalan NIJ level 3, tahan peluru
- Mesin: diesel 3.200 cc
- Kecepatan: hingga 100 km/jam di jalan perkotaan
- Kemampuan medan: sanggup menaklukkan tanjakan ekstrem 60 derajat
- Persenjataan: mounting gun senapan serbu + 2 pelontar gas air mata kaliber 38 mm dengan kapasitas 15 peluru
Dengan desain tersebut, Rimueng dapat beroperasi di berbagai medan, mulai dari perkotaan, pedalaman, hingga daerah konflik. Kendaraan ini juga menggunakan ban run flat tire, yang tetap bisa melaju meski terkena tembakan atau ranjau.
Baca Juga: Lucu tapi Nyata: Sakit Hati Ditegur Saat Pipis, Warga Bantul Balas Dendam dengan Curi Motor
Harga Rantis Brimob, Dibeli dari Pajak Rakyat
Data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menunjukkan bahwa pengadaan kendaraan taktis Polri menelan biaya sangat besar.
- Pada tahun anggaran 2024, tender pengadaan Rantis Penghalau Massa memiliki nilai pagu sekitar Rp199,7 miliar untuk beberapa unit.
- Polri melalui APBN juga mencatat kontrak pengadaan kendaraan taktis untuk Polda Metro Jaya senilai Rp29,23 miliar.
- Dari data LKPP, harga per unit kendaraan taktis Brimob tercatat berkisar Rp149,9 miliar hingga Rp203,9 miliar. Jika ditotal, jumlahnya hampir mencapai Rp1 triliun.
Sebagai perbandingan, kendaraan taktis Pindad Maung versi sipil dipasarkan di kisaran Rp400–600 juta, sedangkan versi militer dengan perlindungan penuh bisa mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga: Dari Masjid untuk Umat: Rempah Sangaji, Tujuh Minuman Herbal Ciptaan Jemaah Al-Kautsar
Kritik Publik atas Anggaran Fantastis
Besarnya anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan rantis Brimob menuai kritik masyarakat. Seorang warganet menuliskan:
“Kendaraan rantis yang dibeli oleh pajak kita untuk nginjek kawan kita sampai meninggal harganya hampir Rp1 triliun,” tulis akun @riri***.
Rimueng sendiri merupakan produk dalam negeri yang namanya diambil dari bahasa Aceh, berarti “Harimau”. Kendaraan ini memang dirancang untuk menghadapi situasi berisiko tinggi. Namun, jika berada di jarak dekat dengan warga sipil, bobot belasan ton yang dimilikinya jelas sangat berbahaya—bahkan bisa berakibat fatal jika melindas manusia. []






