Lucu tapi Nyata: Sakit Hati Ditegur Saat Pipis, Warga Bantul Balas Dendam dengan Curi Motor

  • Whatsapp
pencurian motor bantul
Jumpa pers kasus pencurian motor di Sewon Bantul. (Polres Bantul)

BacaJogja – Kisah unik tapi bikin geleng-geleng kepala terjadi di Sewon, Bantul. Seorang pria berinisial PRY (47) nekat mencuri sepeda motor milik tetangganya hanya karena sakit hati ditegur saat menumpang pipis.

Awalnya, PRY mengaku pernah menumpang buang air kecil di kamar mandi rumah korban, seorang pria berinisial S (37). Namun, teguran korban membuatnya tersinggung.

Read More

“Pernah pertama kali saya numpang kencing di kamar mandi, saya dibilang, ‘Kok di sini, tempatmu tidak punya kamar mandi po.’ Dari situ saya agak sakit hati, hanya itu saja,” kata PRY saat jumpa pers di Mapolsek Sewon, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga: Dari Masjid untuk Umat: Rempah Sangaji, Tujuh Minuman Herbal Ciptaan Jemaah Al-Kautsar

Rasa kesal itu ternyata disimpan hingga akhirnya meledak. PRY pun nekat menggondol motor korban yang diparkir di samping rumah. Ia mengaku tidak berniat menjual motor tersebut, melainkan hanya ingin memberi “pelajaran” kepada tetangganya. “Saya tidak kepikiran buat ngambil, hanya mau ngasih pelajaran,” ujarnya polos.

Kanit Reskrim Polsek Sewon, AKP Rudianto, menjelaskan peristiwa pencurian itu terjadi pada Sabtu (9/8/2025) sekitar pukul 18.20 WIB. Korban saat itu baru saja memarkir motor dengan kunci setang setelah membeli makanan. Namun, keesokan harinya saat Subuh, motor sudah lenyap.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami amankan di Lendah, Kulon Progo, pada Kamis (14/8/2025). Motor yang sudah diganti platnya ikut diamankan,” ujar Rudianto.

Baca Juga: 137 Siswa SMPN 3 Berbah Sleman Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Meski masih satu kampung di Pendowoharjo, pelaku ternyata jarang pulang ke rumahnya. Aksi pencurian dilakukan dengan menggunakan kunci palsu. “Motor tidak dijual, rencananya dipakai sendiri,” tambah Rudianto.

Kini PRY harus mendekam di sel tahanan Polsek Sewon. Polisi menegaskan, meski motifnya terdengar sepele, perbuatan tersebut tetap merupakan tindak pidana pencurian yang bisa berujung penjara.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa rasa sakit hati sekecil apa pun, kalau tidak dikelola dengan baik, bisa berujung pada tindakan nekat yang merugikan diri sendiri. []

Related posts