Ketika Warga Menjadi Penyelamat: Kisah Kakek yang Hidup Terlupakan di Rumah Kosong Bantul

  • Whatsapp
Kakek bantul
Polisi mengecek rumah kosong di Sedayu Bantul yang dihuni kakek tanpa identitas (Polres Bantul)

BacaJogja – Di tengah sunyi Dusun Gubug, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Bantul, berdiri sebuah rumah kosong yang tampak rapuh dimakan waktu. Dindingnya berlumut, pintunya nyaris lapuk. Namun, di balik kesunyian itu, tersimpan kisah manusia yang menggugah hati — kisah seorang kakek renta yang hidup sendirian tanpa tahu siapa dirinya, dan tanpa seorang pun tahu dari mana ia datang.

Kamis (9/10/2025) sore, Bhabinkamtibmas Argosari, Aiptu Agus Muslim, bersama warga setempat, memeriksa rumah tersebut setelah menerima laporan bahwa ada seseorang tinggal di sana. Saat pintu dibuka, tampak seorang pria lanjut usia berusia sekitar 70 tahun terbaring lemah di lantai beralaskan tikar lusuh.

Read More

“Beliau sudah tinggal di sini sekitar lima bulan. Kami tidak tahu siapa dia dan dari mana asalnya. Tapi setiap hari, warga bergantian memberi makan,” tutur salah satu warga dengan nada iba.

Baca Juga: Kuliner Ekstrem Gunungkidul: Puthul Goreng, Si Kumbang Musiman Kaya Protein yang Lagi Viral!

Kondisi kakek itu memprihatinkan. Ia tidak mampu berjalan, dan kesehariannya bergantung penuh pada uluran tangan warga sekitar. Meski ingatannya samar, ia tampak ramah dan selalu mengucap terima kasih setiap kali diberi makanan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Pemerintah Kalurahan Argosari segera berkoordinasi dengan pihak TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Puskesmas Sedayu I, dan relawan TRC (Tim Reaksi Cepat). Mereka berencana melakukan assessment sosial dan medis untuk kemudian menyalurkan bantuan melalui Camp Assessment Dinas Sosial DIY.

Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari Kapolsek Sedayu, Kompol Slamet Subiyantoro, SH.

“Kami berterima kasih kepada warga yang peduli dan proaktif melaporkan kondisi ini. Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk penanganan masalah sosial,” ujarnya.

Baca Juga: Sunyi di Pagi Panjatan Kulon Progo: Kisah Tragis Pemuda yang Berakhir di Tengah Sawah

Kini, sang kakek sedang menunggu proses penanganan lebih lanjut. Sementara itu, warga Dusun Gubug tetap bergotong royong menjaga dan memastikan kebutuhannya terpenuhi.

Di rumah tua yang dahulu sunyi itu, kini ada kehidupan — sederhana, tapi penuh makna. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian masih tumbuh di antara kita, bahkan kepada mereka yang datang tanpa nama dan cerita asal-usul.

Apakah kamu pernah menemukan sosok seperti beliau di sekitar tempat tinggalmu — yang hidup sendiri, tanpa keluarga, tanpa daya?
Mari berbagi cerita dan semoga semakin banyak tangan yang terulur untuk mereka yang terlupakan. []

Related posts