BacaJogja – Kabar menggegerkan datang dari Dusun Dadapbong, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Senin (10/11/2025) sore. Warga di sana mendadak heboh menyusul penemuan jenazah seorang pria muda yang ditemukan dalam kondisi tergantung, terjerat di gawangan pintu dapur rumahnya sendiri.
Pria yang ditemukan tak bernyawa itu diketahui berinisial AY (25), yang berprofesi sebagai buruh dan merupakan warga Kapanewon Pajangan. Sebuah peristiwa tragis yang sontak membuat suasana di Dadapbong mencekam.
Menurut keterangan kepolisian, momen penemuan nahas ini terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Saat ditemukan, posisi korban sungguh menyayat hati. Ia sudah dalam kondisi tergantung menggunakan selendang berwarna putih bercorak kembang-kembang di pintu dapur.
Baca Juga: Ziarah Nasional di TMP Kusumanegara Yogyakarta, Momentum Memupuk Nasionalisme Generasi Muda
“Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tergantung di gawangan pintu dapur menggunakan selendang berwarna putih bercorak kembang-kembang,” jelas Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan laporan dari lapangan.
Olah TKP dan Hasil Pemeriksaan Dokter
Kejadian ini segera dilaporkan warga kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Pajangan. Aparat dengan sigap langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan barang bukti. Mereka juga berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Bantul serta tim medis dari Puskesmas Pajangan.
Pemeriksaan jenazah luar kemudian dilakukan oleh Dokter Farhan Fachrizal dari Puskesmas Pajangan. Hasil visum menunjukkan indikasi kuat bahwa korban meninggal akibat jeratan.
Baca Juga: Evakuasi Dramatis Kecelakaan Truk Tangki Solar vs Carry di Kalijambe Purworejo, Satu Meninggal
Dokter menemukan tanda-tanda khusus, termasuk luka jerat di leher bagian depan, lidah menjulur keluar, busa di mulut, hingga bintik-bintik merah di area mata. Tak hanya itu, dilaporkan juga terdapat pengeluaran air mani dan kencing pada jenazah.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban,” imbuh Iptu Rita, menggarisbawahi kesimpulan akhir dari pemeriksaan medis.
Atas dasar temuan fisik dan hasil pemeriksaan yang meyakinkan tersebut, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kematian AY murni disebabkan oleh peristiwa nahas tersebut, tanpa adanya keterlibatan pihak lain.
Diterima Keluarga Sebagai Musibah
Meskipun harus menanggung duka yang amat mendalam, pihak keluarga korban menunjukkan ketabahan. Mereka menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai murni musibah dan telah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak akan menuntut pihak manapun di kemudian hari.
Setelah proses pemeriksaan administrasi dan medis rampung, jenazah AY segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Polsek Pajangan pun telah melaporkan insiden pilu ini kepada pimpinan untuk tindakan lebih lanjut.
Semoga almarhum AY beristirahat dengan damai, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Baca Juga: Ban Pecah, Mobil Pengangkut Uang Kecelakaan di Paliyan Gunungkidul
Penting: Jangan Anggap Remeh Kesehatan Mental
Peristiwa seperti ini seringkali menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Jika Anda atau orang terdekat merasa tertekan, depresi, atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, jangan pernah merasa sendirian.
Segera cari bantuan profesional dan berbicara dengan orang yang Anda percaya.
Anda bisa menghubungi layanan konseling atau hotline bantuan kesehatan mental berikut, yang siap memberikan dukungan 24 jam dan kerahasiaan:
- Layanan Kesehatan Mental Kemenkes: 119 ext. 8
- NGO Into The Light Indonesia: Info kontak tersedia di akun media sosial resmi mereka.
- Psikolog atau Psikiater terdekat di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit).
Mari kita sebarkan kepedulian. Mendengar tanpa menghakimi bisa menjadi langkah awal penyelamatan yang sangat berarti. []






