PLUT Sleman Jadi Motor Penggerak UMKM, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Layanan Gratis dan Inovatif

  • Whatsapp
Werdiningsih
PLUT Dinas Koperasi dan UMKM Sleman terus memperkuat pemberdayaan pelaku usaha kecil melalui layanan konsultasi gratis, inovasi digital, dan program kreatif seperti Kopi Mantap dan Konyeni. (Ist)

BacaJogja – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil dan menengah melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, serta inovasi layanan yang mudah diakses masyarakat. Salah satu upaya strategisnya diwujudkan lewat Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang kini menjadi motor penggerak UMKM di Sleman.

Ketua Tim Kerja Fasilitasi Layanan dan Pembiayaan PLUT Dinas Koperasi dan UMKM Sleman, Werdiningsih, menjelaskan bahwa PLUT Sleman berada di bawah Bidang Usaha Mikro dan telah beroperasi sejak 2017. Sejak awal berdiri, PLUT menginisiasi layanan pojok konsultasi bagi pelaku UMKM, dengan melibatkan konsultan profesional dari pemerintah provinsi.

Read More

“Awalnya kami belum punya konsultan sendiri, jadi kami meminjam dari provinsi karena waktu itu mereka sudah punya PLUT lebih dulu. Kalau teman-teman UMKM mau konsultasi harus ke kota, jadi jauh. Dengan begitu, kami pinjam konsultan agar mereka bisa konsultasi lebih dekat,” kata Werdiningsih.

Baca Juga: Inflasi DIY Terkendali di 2,90 Persen, Sri Sultan Tekankan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Menurutnya, keberadaan PLUT menjadi bentuk nyata layanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar dapat berkonsultasi terkait berbagai permasalahan bisnis.

“Kalau Dinkes punya puskesmas, kami di Dinkop UMKM Sleman punya PLUT. Kalau puskesmas memeriksa kesehatan tubuh, maka kami memeriksa ‘kesehatan usaha’,” ujarnya sambil tersenyum.

Seluruh layanan di PLUT diberikan tanpa biaya alias gratis. Pelaku usaha dapat datang langsung untuk berkonsultasi mengenai perizinan, manajemen, SDM, produksi, hingga pemasaran. “Kalau ada masalah kesehatan usaha, bisa datang ke sini. Kami bantu urai masalah dan cari solusinya,” tambahnya.

Untuk memperluas jangkauan layanan, PLUT juga menghadirkan program inovatif bernama Kopi Mantap (Konsultasi Offline Maupun Online Masih Seputar Bisnis). Program ini pertama kali diinisiasi saat pandemi Covid-19 dan masih berjalan hingga kini agar pelaku UMKM tetap bisa mendapatkan bimbingan meski dari jauh.

bu dara sleman
Anggota Komisi B DPRD Sleman, Dara Ayu Suharto (Ist)

Salah satu konsultan PLUT Sleman, Edy Santoso, menambahkan bahwa berbagai layanan lain juga dijalankan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha, seperti Konyeni (Konsultasi Senin Pagi), Konrabi (Konsultasi Online Rabu Pagi), Konhaji (Konsultasi Online Jumat Pagi), dan CLBK (Cek Lengkap Bisnis Kita).

Baca Juga: Mobil Nissan Grand Livina Terbakar di SPBU Patuk Gunungkidul, Diduga Akibat Overheat

“Program-program ini muncul saat pandemi, waktu itu semua layanan harus dilakukan secara daring. Antusiasmenya tinggi sekali, makanya sampai sekarang masih kami jalankan. Dengan Kopi Mantap, kami bisa menjangkau pelaku usaha sampai ke daerah pinggiran,” tutur Edy.

Selain konsultasi, para konsultan PLUT juga turut membantu langsung penyelesaian masalah usaha, mulai dari pendampingan digital marketing hingga pembuatan sarana promosi daring.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Dara Ayu Suharto, menilai PLUT memiliki peran strategis dalam pengembangan UMKM di daerah. Menurutnya, PLUT menjadi wadah penting bagi pelaku usaha untuk memperoleh layanan lengkap, mulai dari bimbingan teknis, konsultasi bisnis, hingga fasilitasi permodalan dan pemasaran. “Kami sangat mendukung keberadaan PLUT. Layanan yang ada di sini bisa membantu UMKM naik kelas,” ujarnya.

Baca Juga: Turki Akan Bangun Pusat Budaya di Yogyakarta, Perkuat Hubungan 75 Tahun dengan Indonesia

Dara Ayu juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dinas, dan pemangku kepentingan agar dampaknya lebih luas. Ia mengapresiasi inovasi yang terus dilakukan PLUT, terutama dalam digitalisasi layanan, yang memungkinkan pelaku usaha di pelosok dapat mengakses bimbingan tanpa harus datang langsung ke kantor.

“Kami akan terus mengawal dan mendukung penuh setiap program yang bertujuan untuk memajukan UMKM di Sleman, karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita,” tegas Dara Ayu.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, PLUT Sleman kini benar-benar menjadi “puskesmas bagi usaha kecil”, tempat pelaku UMKM memeriksa kondisi bisnisnya dan mendapatkan resep solusi agar semakin tangguh menghadapi persaingan pasar. []

Related posts