BacaJogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menaruh perhatian serius terhadap persoalan parkir liar yang kerap marak saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah kantong parkir tambahan telah disiapkan untuk menampung ratusan kendaraan wisatawan yang diprediksi memadati Kota Gudeg.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut praktik parkir liar di wilayahnya sudah berada pada kondisi kronis karena terjadi hampir setiap tahun dan tidak hanya bersifat musiman.
“Saya katakan kronis karena per tahun ada terus-menerus. Kalau yang lain musiman. Saat uji coba full pedestrian sirip-sirip Malioboro saja masih ada parkir liar. Besok tidak ada full pedestrian, saya harap sirip-sirip bersih,” ujar Hasto, Rabu (17/12/2025).
Tiga Kantong Parkir Baru Disiapkan
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur Nataru, Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan tiga kantong parkir tambahan yang bisa dimanfaatkan wisatawan, yakni:
- Jalan Mangkubumi (Jalan Margo Utomo)
Diperuntukkan bagi kendaraan roda empat. Bus hanya diperbolehkan dengan izin khusus, terutama bus hotel yang membawa rombongan tamu. - Tempat Parkir Khusus (TKP) Menara Kopi
Dikhususkan untuk parkir bus wisata. Lokasi ini merupakan relokasi dari area parkir eks ABA. - Stadion Kridosono
Difungsikan khusus untuk parkir mobil pribadi.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga menambah lahan parkir di SMP Negeri 3 Kota Yogyakarta serta mengoptimalkan TKP Ngabean untuk kendaraan dari arah barat, termasuk bus pariwisata.
“Kendaraan dari barat, bus dan sebagainya tidak ke timur, tetapi parkir di Ngabean. Kita berharap core zone sumbu filosofi tetap tertib dan bebas parkir bus,” tambah Hasto.
Dishub Petakan Titik Rawan Parkir Liar
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengungkapkan sejumlah titik yang dinilai rawan muncul parkir liar, terutama saat libur panjang.
“Paling potensial itu di Jalan Pasar Kembang, khususnya di selatan Stasiun Tugu. Kedua, di kawasan Malioboro karena demand tertinggi ada di kawasan Gumaton,” jelasnya.
Untuk menekan praktik parkir liar, Dishub Kota Yogyakarta bekerja sama dengan PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI), BUMD milik Pemerintah DIY, sebagai pengelola sejumlah kantong parkir tambahan.
Kapasitas Ratusan Kendaraan
Adapun kapasitas parkir yang disiapkan cukup besar. Di kawasan utara Teteg atau Margo Utomo, tersedia sekitar 200 Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk mobil. Sementara Stadion Kridosono mampu menampung hingga 100 SRP mobil.
“Ini jumlah yang cukup besar untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Fokus kami tetap di kawasan Gumaton seperti Tugu, Malioboro, dan Keraton,” kata Agus.
Dengan penambahan dan optimalisasi kantong parkir tersebut, Pemkot Yogyakarta berharap dapat menekan praktik parkir liar, menjaga ketertiban lalu lintas, serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru. []






