BacaJogja – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (17/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat puluhan titik terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut, terutama di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes., menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal dari peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG DIY pada pukul 13.30 WIB. Peringatan tersebut menyebutkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sebagian wilayah Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo.
“Peringatan dini kemudian diperbarui pada pukul 16.15 WIB dan kembali diperluas pada pukul 18.15 WIB, mencakup seluruh wilayah DIY, termasuk Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul,” ujar Agustinus dalam laporan situasi BPBD DIY, Sabtu malam.
Dampak Terparah di Sleman
Hujan mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung dengan intensitas sedang hingga lebat. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY, Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan.
Di Sleman, tercatat 26 titik kejadian yang tersebar di dua kapanewon, yakni Pakem dan Cangkringan. Dampak yang ditimbulkan meliputi:
- 25 pohon tumbang
- 11 akses jalan terganggu
- 2 jaringan listrik rusak
- 14 rumah mengalami kerusakan
- 2 unit mobil tertimpa pohon
Kejadian di Kota Yogyakarta
Sementara itu, di Kota Yogyakarta terdapat empat titik kejadian yang tersebar di tiga kemantren, yaitu Gedong Tengen, Tegalrejo, dan Gondokusuman. Dampak yang dilaporkan antara lain:
- 1 pohon tumbang
- 1 talud ambrol
- 1 tebing longsor
- 1 rumah tergenang air
Adapun Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul hingga laporan ini disusun dinyatakan nihil kejadian akibat cuaca ekstrem.
Penanganan dan Unsur Terlibat
BPBD DIY bersama BPBD kabupaten/kota se-DIY langsung melakukan langkah penanganan di lapangan. Unsur yang terlibat meliputi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, TNI, Polri, Tagana, pemerintah kalurahan dan kabupaten, PLN, komunitas relawan kebencanaan, serta warga masyarakat.
“Penanganan difokuskan pada asesmen, pembersihan material, serta koordinasi lintas sektor agar dampak kejadian bisa segera diatasi,” jelas Agustinus.
BPBD DIY mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat data kejadian masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. []






