Bali – Elektabilitas Ganjar Pranowo meningkat 20,5 persen berdasarkan lembaga survai. Hal ini membuat relawan semakin yakin kemampuan Gubernur Jawa Tengah ini untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan RI.
Ketua Sahabat Ganjar Provinsi Bali, I Gusti Gede Arya Teja, berdasarkan hasil survai itu, relawan pun mendeklarasikan Sahabat Ganjar Provinsi Bali. “Kami sepakat untuk mendeklarasikan Sahabat Ganjar di Bali. Kami mengesahkan relawan sahabat Ganjar di Bali,” ujarnya usai deklarasi di Jalan Tukad Ho, Banjar Anyar, Kecamatan, Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu, 8 Agustus 2021 petang.
Baca Juga: 63 Persen Milenial Dukung Ganjar Pranowo Presiden Masa Depan
Menurut dia, Relawan Sahabat Ganjar sebagai organisasi relawan yang terus mengalami peningkatan dan perkembangan dengan baik. Setelah mendeklarasikan, ke depannya akan melakukan berbagai kegiatan guna mendukung pak Ganjar untuk terus maju di Pilpres 2024 nanti.
Dia mengatakan, saat ini jumlah relawan Sahabat Ganjar di Bali sudah mencapai ribuan. Namun semua tidak bisa hadir mengikuti deklarasi karena mematuhi imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan. “Tidak boleh melakukan kerumunan, sehingga yang hadir hanya perwakilan saja,” ungkapnya.
Namun, dia menegaskan hal tersebut bukan berarti menyurutkan niat dan langkah untuk terus mendukung pria kelahiran kelahiran Karanganyar dan besar di Purworejo, Jawa Tengah ini menuju RI 1. “Masyarakat Bali sangat suka kepemimpinan Pak Ganjar, sederhana dan memiliki jiwa pemimpin yang luar biasa, ditambah lagi hasil nyata sudah terlihat,” ungkapnya.
Baca Juga: Innalillahi, Dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono Meninggal Dunia
Menurut dia, gaya kepemimpinan Ganjar di Jawa Tengah sudah terbukti peduli dan dekat dengan rakyat. “Tentu menurut kami sangat pas untuk menggantikan Bapak Jokowi,” tegasnya.
Usai deklarasi ini, Sahabat Ganjar Provinsi Bali akan menyusun berbagai kegiatan untuk mendukung kegiatan pria kelahiran 28 Oktober 1968 ini agar namanya semakin menggema dan dicintai rakyat Indonesia. Dia memastikan kegiatan ke depan tentu tidak melanggar protokol kesehatan dan PPKM. “Kami tetap taat pada peraturan pemerintah,” ujarnya. []






