Seberapa Besar Masyarakat Indonesia Menggunakan QRIS dalam Pembayaran?

  • Whatsapp
Ilustrasi QRIS
Ilustrasi QRIS (Istimewa)

BacaJogja – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini telah menjadi salah satu inovasi metode pembayaran yang masif digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia pada Agustus 2019, QRIS terus diminati masyarakat. QRIS tak hanya membawa dampak signifikan pada transaksi harian masyarakat, tetapi juga inovasi dalam dunia bisnis.

Read More

Hal tersebut terungkap dalam laporan riset terbaru Populix berjudul “Understanding QRIS Usage and Its Impact on Daily Transaction” yang memperlihatkan bahwa sebanyak 94% responden pernah menggunakan QRIS untuk transaksi pembayaran dalam satu bulan terakhir, terutama untuk pembelian makanan dan minuman.

Baca Juga: Seribu Perempuan Melawan Angin dan Ombak Memungut Sampah di Pantai Cemara Bantul

Dr. Timothy Astandu, Co-Founder & CEO, Populix mengatakan, terlihat pada hasil riset kami bahwa setengah dari responden menggunakan QRIS setidaknya sekali dalam seminggu dengan nilai transaksi tertinggi mencapai hingga lebih dari Rp3 juta. “Hal ini menunjukkan tingginya frekuensi dan kenyamanan bertransaksi digital melalui QRIS, serta kemampuannya dalam mengakomodasi berbagai jenis kebutuhan pembayaran,” ungkapnya dalam siaran pers.

Metodologi survei yakni penelitian dilakukan pada tanggal 26-29 April 2024. Survei dilakukan secara online terhadap total 1,092 responden, laki-laki dan perempuan berusia 17-45 tahun di Indonesia. Durasi pengerjaan survei sekitar 15 menit. Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner dengan format pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks, skala likert, dan jawaban singkat.

Baca Juga: Statemennya tentang PDNs Tampak “Ela Elo”, Menkominfo Harus Mundur

Riset menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia (7 dari 10) masih lebih memilih berbelanja di toko fisik (offline). Meskipun uang tunai masih menjadi metode pembayaran paling umum untuk transaksi offline, QRIS dengan cepat mendapatkan daya tarik, terutama di kalangan pekerja kantoran dan Gen Z.

Setengah dari responden (50%) menggunakan QRIS setidaknya sekali dalam seminggu di toko offline, dengan pekerja kantoran menggunakannya beberapa kali dalam seminggu (36%) dan Gen Z menggunakannya setiap hari. Penetrasi tinggi ini cenderung didorong oleh kemudahan dalam penggunaan (49%), kecepatan transaksi (42%), serta adanya program promosi atau diskon untuk transaksi menggunakan QRIS (33%).

E-wallet dan bank digital menjadi dua platform utama untuk penggunaan QRIS. Selain populer untuk transaksi kecil dengan nominal kurang dari Rp 500 ribu, QRIS juga dapat menangani pembayaran yang lebih besar. Responden menyatakan pernah melakukan transaksi tertinggi mencapai hingga lebih dari Rp 3 juta, terutama untuk tagihan restoran dan belanja kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Maxim Yogyakarta Luncurkan Layanan Delivery Xpress, Solusi Pengantaran Barang Lebih Cepat

Laporan juga mengidentifikasi peluang untuk adopsi QRIS yang lebih luas di masa depan dengan 56% responden menyatakan pasti akan menggunakan metode pembayaran QRIS jika disediakan oleh penjual.

Bahkan, 73% menyatakan akan lebih sering menggunakannya, dan 65% menyatakan akan mengeluarkan nilai transaksi yang lebih besar di masa depan.

Timothy mengatakan, QRIS memainkan peran kunci dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur sangat penting untuk memastikan transaksi yang lancar, cepat, dan aman,” katanya. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *