Hari Keempat Pencarian Korban Parangtritis, Remaja Asal Semarang Belum Ditemukan

  • Whatsapp
pencarian korban parangtritis
Hari Keempat Pencarian di Pantai Parangtritis, Remaja Asal Semarang Belum Ditemukan (Basarnas)

BacaJogja – Upaya pencarian terhadap Andreas Juliana (19), remaja asal Semarang yang terseret ombak di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, memasuki hari keempat tanpa hasil. Hingga Senin, 7 April 2025 pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan meski operasi telah melibatkan tim SAR gabungan dengan berbagai metode pencarian.

Kejadian nahas tersebut berlangsung pada Jumat, 4 April 2025 sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut keterangan Humas Basarnas Yogyakarta, Pipiet Eriyanto, korban awalnya bernama Ansori Erare (19) mandi di laut dan terseret ombak. Dua rekannya, Andreas Juliana dan Alloisius Juniar J (22), mencoba memberikan pertolongan.

Read More

“Nahas, ketiganya justru terseret ombak ke tengah. Beruntung, Alloisius dan Ansori berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan. Namun, Andreas terlepas dari pegangan dan hingga kini belum ditemukan,” jelas Pipiet.

Baca Juga: Di Balik Bangunan Kosong Sarang Pesta Miras di Bantul: Warga Bergerak, Polisi Mengawal

Tim SAR gabungan membagi operasi pencarian dalam tiga satuan tugas (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran laut menggunakan perahu jukung dan jetski sejauh dua nautical mile dari lokasi kejadian. SRU 2 menyisir kawasan pantai dengan beach patrol dan motor trail, menjangkau area hingga 3 kilometer ke arah barat dan 2 kilometer ke arah timur. Sedangkan SRU 3 mengoperasikan drone thermal untuk pemantauan udara hingga radius 3 kilometer dari lokasi korban dilaporkan hilang.

Kondisi cuaca selama operasi terpantau cerah, sehingga mendukung proses pencarian yang berjalan aman dan lancar. Meskipun demikian, hingga sore hari pencarian masih nihil. Tim SAR akan melanjutkan operasi kembali pada Selasa, 8 April 2025 pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Klangenan Bantul 2025: Pasar Tempo Dulu Kembali Hidup di Tepi Embung Imogiri

“Pencarian masih terus dilakukan, dengan harapan korban segera ditemukan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak berenang terlalu ke tengah, terutama di pantai selatan yang dikenal berombak besar,” tambah Pipiet.

Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas Yogyakarta, SAR Linmas Wilayah 3 Parangtritis, dan sejumlah relawan lainnya []

Related posts