BacaJogja – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman resmi memulai Operasi Patuh Progo 2025 dengan menggelar apel pasukan di halaman Mapolresta Sleman pada Senin (14/7/2025). Sebanyak 209 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan turut diterjunkan dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025.
Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Plt Wakapolresta Sleman, AKBP Sutikno, S.I.K., S.I., yang menyampaikan tema operasi kali ini adalah Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas. Operasi ini sekaligus menjadi upaya preventif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas menjelang Pilkada serentak 2024.
Baca Juga: Polda DIY Sita 1.672 Botol Miras Ilegal dalam Operasi Tahap II, Ini Rinciannya
Plt Wakapolresta Sleman memaparkan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum DIY telah menunjukkan tren penurunan signifikan. “Jumlah laka lantas turun 1.009 kasus atau sekitar 12,82% dari tahun 2023 ke 2024. Namun, mayoritas kecelakaan terjadi karena pelanggaran lalu lintas. Karena itu, kedisiplinan pengendara menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan,” tegasnya.
Dalam Operasi Patuh Progo 2025, Polda DIY akan mengerahkan sedikitnya 980 personel di seluruh wilayah DIY. Operasi akan mengedepankan langkah edukatif, persuasif, dan humanis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar patuh pada aturan lalu lintas.
Baca Juga: Operasi Patuh Progo 2025 Dimulai: Tilang Elektronik dan Manual Berlaku di Yogyakarta
Setidaknya tujuh jenis pelanggaran menjadi fokus utama penindakan dan penertiban, di antaranya:
- Penggunaan ponsel saat berkendara.
- Pengendara yang belum cukup umur.
- Pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang.
- Pengendara yang tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan.
- Pengendara yang mengonsumsi alkohol.
- Melawan arus lalu lintas.
AKBP Sutikno juga menekankan pentingnya profesionalisme petugas selama operasi berlangsung. “Utamakan keselamatan petugas dan masyarakat. Laksanakan penegakan hukum secara edukatif dan persuasif, serta niatkan setiap tugas sebagai ibadah yang tulus ikhlas,” pungkasnya []






