Tragedi Terulang, Bayi Meninggal Kembali Ditemukan di Maguwoharjo Sleman

  • Whatsapp
ilustrasi orok bayi
ilustrasi orok bayi. (Foto: Istimewa)

BacaJogja – Warga Maguwoharjo, Sleman, kembali digemparkan oleh penemuan sesosok jenazah bayi dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu malam (30/7/2025). Kejadian ini menjadi duka lanjutan setelah sepekan sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di wilayah yang sama.

Informasi awal diperoleh dari unggahan akun media sosial @kangojolbawaht yang dibagikan ulang oleh @merapinews. Disebutkan bahwa bayi tersebut ditemukan di sekitaran area Maguwoharjo dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Kalasan untuk proses identifikasi serta penyelidikan lebih lanjut.

Read More

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas bayi maupun penyebab kematian. Proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap latar belakang peristiwa ini.

Baca Juga: Watu Togok, Karang Mistis di Ujung Pantai Siung Gunungkidul yang Penuh Misteri

Penemuan Bayi Sebelumnya

Tragedi ini mengingatkan pada kejadian serupa yang terjadi pada Jumat (25/7/2025) di Padukuhan Muron, Maguwoharjo. Saat itu, warga menemukan jenazah bayi yang sudah tinggal kerangka, terbungkus karung dan disimpan dalam ember yang ditutupi handuk.

Menurut AKP Salamun, Kasi Humas Polresta Sleman, penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. “Benar, ada penemuan bayi dalam kondisi tinggal tulang dan kulit,” ujarnya. Panjang jenazah sekitar 36 cm, namun jenis kelamin belum bisa dipastikan karena kerusakan tubuh.

Baca Juga: Fakta Penemuan Mayat di Warung Kulon Progo: Tidur di Kursi, Terpeleset, Meninggal Dunia

Penemuan bermula saat seorang warga menggali lubang untuk memanen ubi pada Selasa (22/7). Lubang yang awalnya dibiarkan terbuka, ternyata sudah tertutup saat didatangi kembali pada Jumat. Kecurigaan pun muncul hingga akhirnya ditemukan karung berisi jasad bayi dalam kondisi membusuk.

Kasus ini menambah daftar panjang temuan bayi yang dibuang secara tragis di wilayah Sleman, sekaligus menjadi alarm bagi masyarakat dan aparat penegak hukum untuk lebih sigap menanggapi isu perlindungan anak. []

Related posts