BacaJogja – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman berhasil mengungkap kasus penemuan jasad bayi laki-laki yang menggegerkan warga Maguwoharjo, Sleman. Kasus ini disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, S.H., M.H., dalam jumpa pers yang digelar pada Kamis.
Penemuan jasad bayi tersebut menjadi titik awal penyelidikan intensif oleh petugas Satreskrim. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menelusuri sejumlah klinik bersalin di wilayah Sleman. “Hasil penelusuran kami mengarah ke sebuah klinik bersalin di Condongcatur, Depok, Sleman,” ujar AKP Wiwit.
Pada Rabu (30/7) sekitar pukul 15.00 WIB, petugas mewawancarai seorang bidan yang mengungkap bahwa pada Sabtu (26/7), ada seorang perempuan datang dengan keluhan pasca melahirkan, namun tanpa membawa bayi. Kondisi tersebut memicu kecurigaan.
Baca Juga: 24 Peserta Kirab Meriahkan Tradisi Sakral Saparan Bekakak di Gamping Sleman
Tim penyidik kemudian menelusuri identitas perempuan tersebut, hingga mengarah ke sepasang kekasih yang tinggal di sebuah indekos di kawasan Sleman. Dari hasil wawancara, perempuan tersebut mengaku telah melahirkan bayi laki-laki yang kemudian dikuburkan oleh pacarnya di kebun pisang tepat di depan tempat kos mereka.
Petugas bergerak ke lokasi yang dimaksud dan menemukan jasad bayi tersebut. Jenazah segera dievakuasi untuk proses autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. Penyelidikan akan mendalami sejumlah aspek, mulai dari kondisi bayi saat dilahirkan, motif, hingga kemungkinan adanya unsur pidana lainnya.
“Kasus ini masih dalam proses pendalaman. Kami mengedepankan pendekatan ilmiah dan prosedur hukum. Setiap peristiwa yang menyangkut nyawa manusia, apalagi anak-anak, akan kami tangani dengan serius,” tegas AKP Wiwit.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa atau hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. []






