Tikungan Bunder yang Membawa Duka: Kisah Kecelakaan Maut di Jalan Wonosari–Yogyakarta

  • Whatsapp

BacaJogja – Hujan baru saja reda ketika jalanan Wonosari–Yogyakarta Km 26, tepatnya di tikungan Widoro Kulon, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, masih terlihat basah dan licin. Udara lembab bercampur aroma tanah dan aspal basah. Suasana yang awalnya lengang mendadak berubah mencekam pada Selasa (30/9/2025) siang itu.

Sebuah mobil Toyota Rush berwarna putih, bernomor polisi AE 1434 XC, melaju dari arah Yogyakarta menuju Wonosari. Di balik kemudi, Ahmad Khoirun Ni’am (29), warga Pacitan, berusaha mengendalikan laju kendaraan. Namun, nasib berkata lain. Saat melewati tikungan tajam Widoro Kulon, mobil itu hilang kendali.

Read More

Dalam hitungan detik, Toyota Rush melambung ke kanan, menabrak sebuah sepeda motor Honda Beat AB 3378 GJ yang datang dari arah berlawanan. Motor itu dikendarai oleh Suryanto (52), warga Srimartani, Piyungan, Bantul, yang juga seorang Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul.

Baca Juga: Hindari Becak Motor Menyeberang, Pengendara Kecelakaan Tunggal di Jalan Parangtritis

Benturan keras pun tak terelakkan. Suara hantaman logam beradu dengan kerasnya aspal membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Motor Honda Beat tergencet di saluran irigasi, ringsek di bawah mobil yang terpental ke pinggir jalan.

Di lokasi kejadian, Suryanto tergeletak dengan luka parah. Kakinya hancur, tangannya penuh luka, dan darah mengalir dari hidung serta telinga. Upaya pertolongan sia-sia, karena nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir di tempat ia terjatuh.

Tak lama kemudian, sirene mobil patroli dan ambulans meraung. Polisi dari Polsek Patuk bersama tim medis segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jalan sempat ditutup sementara, menyisakan antrean kendaraan yang berhenti di kedua arah.

Baca Juga: Duka di Jalan Parangtritis Bantul: Korban Kecelakaan Tabrak Lari Meninggal

“Sesampainya di jalan menikung, kendaraan hilang kendali dan melambung ke kanan hingga menabrak sepeda motor dari arah berlawanan,” ungkap Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi.

Jenazah Suryanto dibawa ke RSUD Wonosari, sementara kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Polsek Patuk. Kasus ini kini ditangani Unit Laka Satlantas Polres Gunungkidul.

Kabar duka cepat menyebar. Rekan-rekan kerja Suryanto di Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul berduka mendalam. Sosok yang dikenal ramah, tekun, dan berdedikasi itu berpulang dalam tugas sehari-harinya.

Baca Juga: Air Mata Siraman: Pelajar SMK Mahisa Agni Gunungkidul Meninggal Kecelakaan

“Semoga almarhum husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” demikian pesan belasungkawa yang terpampang di papan ucapan duka dari keluarga besar TPP Gunungkidul.

Tikungan Widoro Kulon kembali menorehkan cerita pilu. Sebuah pengingat betapa rentannya perjalanan di jalur menikung dan menurun itu. Polisi mengimbau setiap pengendara agar lebih berhati-hati, menjaga kecepatan, dan selalu waspada. Karena di balik setiap tikungan, ada risiko yang tak pernah bisa diprediksi. []

Related posts