Viral Jukir Malioboro Diduga Mabuk dan Intimidasi Wisatawan, Polresta Yogyakarta Turun Tangan

  • Whatsapp
jukir malioboro
Polisi mendatangi jukir di Malioboro. (Polresta Jogja)

BacaJogja – Sebuah unggahan viral di media sosial memantik perhatian publik setelah seorang wisatawan mengaku mengalami perlakuan tidak mengenakkan dari juru parkir di kawasan Malioboro, tepatnya di depan Hamzah Batik. Peristiwa ini diposting pada 19 November 2025 pukul 10.04 WIB dan langsung menjadi sorotan warganet.

Pengunggah cerita mengaku dibuat sakit hati karena juru parkir tak merespons ketika diminta mengeluarkan motor. Bukannya membantu, jukir tersebut justru melotot, enggan menggeser kendaraan, hingga disebut dalam kondisi mabuk dan sempat mengajak bertengkar—padahal yang meminta tolong adalah pengunjung perempuan. Situasi ini semakin memicu kekesalan lantaran parkir tetap dipungut biaya.

Read More

Keluhan tersebut segera ramai dibahas, dengan banyak warganet menilai kasus parkir liar dan perilaku jukir tidak profesional seperti ini memang kerap terjadi di kawasan wisata.

Polresta Yogyakarta Turun Mengecek Lokasi

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Polresta Yogyakarta memastikan telah bergerak cepat. Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek kondisi di lapangan serta mencari klarifikasi.

Polisi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk segera menghubungi layanan darurat 110 apabila mengalami gangguan keamanan dan ketertiban serupa agar dapat ditangani dengan cepat.

Jogja yang selama ini dikenal sebagai kota wisata yang ramah tentu berharap kejadian seperti ini tidak kembali terulang, terlebih di kawasan Malioboro yang menjadi ikon pariwisata nasional.

Diskusi Publik Menghangat

Insiden ini kembali membangkitkan diskusi soal profesionalitas jukir di kawasan wisata. Banyak yang menilai masih ada oknum yang merusak citra keseluruhan, sementara sebagian lainnya menyebut kasus seperti ini bisa ditekan dengan pengawasan lebih ketat.

Bagaimana pendapat kalian soal jukir di kawasan wisata? Masih sering menjumpai perilaku serupa, atau ini hanya ulah oknum tertentu? []

Related posts