Sultan: Embarkasi Haji Yogyakarta Bukan Sekadar Lokasi, Tapi Ekosistem Pelayanan yang Harus Sempurna

  • Whatsapp
Bandara YIA
Bandara YIA (yogyakartaairport)

BacaJogja – Penetapan Embarkasi Haji Yogyakarta untuk pemberangkatan jemaah 2026 disambut dengan antusias, namun juga menjadi alarm kesiapan bagi seluruh pemangku kepentingan. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa embarkasi ini tidak boleh dipandang sebatas lokasi keberangkatan, melainkan ekosistem layanan haji yang harus berjalan sempurna.

Sultan menekankan bahwa kehadiran Embarkasi Yogyakarta harus menjadi lompatan besar bagi pelayanan jemaah haji asal DIY. Karena itu, ia meminta gerak cepat dari seluruh pihak tanpa pengecualian.

Read More

“Walaupun penyelenggaraan haji berada di bawah kewenangan Kementerian Haji, kami tetap meminta Kanwil Kemenag DIY dan Kemenag Kabupaten/Kota se-DIY memberikan dukungan penuh. Mereka harus memback-up Kementerian Haji DIY dalam menyukseskan persiapan hingga pelaksanaan haji,” tegas Sultan saat menerima salinan keputusan dari Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf di Kraton Kilen, Kamis (27/11).

Baca Juga: Kick Off Program “Bersama Jajan dan Makan Halal dan Thoyyiban”, Dorong Kesadaran Halal di Yogyakarta

Selain mempermudah keberangkatan jemaah, Sultan meyakini hadirnya Embarkasi Haji Yogyakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan UMKM, terutama di Kulonprogo. Namun hal tersebut harus berjalan seiring dengan kesempurnaan layanan.

“Embarkasi Yogyakarta diharapkan menumbuhkan perekonomian dan UMKM, tetapi fokus utama tetap pada layanan jemaah yang paripurna,” tambahnya.

Model Baru Pelayanan Haji: Berbasis Hotel

Embarkasi Haji Yogyakarta menjadi satu-satunya di Indonesia yang menggunakan konsep embarkasi berbasis hotel. Ibis dan Novotel YIA disiapkan sebagai fasilitas setara asrama haji dengan lebih dari 200 kamar, ruang kesehatan, ballroom, dan sentra layanan modern.

Keputusan ini langsung meringankan jemaah dalam banyak sisi: efisiensi waktu, jarak tempuh, hingga penghematan biaya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, menyampaikan bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) Embarkasi Yogyakarta sebesar Rp52.955.422, turun sekitar Rp3 juta dibanding tahun sebelumnya. “Ini keuntungan langsung bagi jemaah. Tugas kita memastikan standar layanan paling tinggi terpenuhi baik saat berangkat maupun pulang,” ujar Ansory.

Baca Juga: Sri Sultan Dorong Transportasi Yogyakarta Terintegrasi untuk Kurangi Kemacetan dan Emisi

Embarkasi YIA: Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, menyebut status embarkasi ini sebagai langkah sejarah. “Embarkasi YIA adalah mimpi yang menjadi nyata,” ungkapnya.

Sebanyak 9.641 jemaah dalam 27 kloter dari DIY dan daerah sekitar dijadwalkan terbang melalui YIA menggunakan Airbus A330/A360 Garuda Indonesia. Bandara YIA pun memastikan kesiapan penuh terminal internasional untuk layanan embarkasi dan debarkasi jemaah.

Dengan kesiapan fasilitas modern dan sistem layanan berbasis kenyamanan, Embarkasi Haji Yogyakarta diproyeksikan menjadi model baru pelayanan haji di Indonesia. Namun Sultan menegaskan, sukses penyelenggaraan haji 2026 hanya dapat dicapai jika semua unsur bergerak cepat, kompak, dan disiplin.

Embarkasi ini bukan sekadar lokasi — melainkan representasi martabat pelayanan negara kepada para tamu Allah. []

Related posts