Rekayasa Lalin Kleringan Resmi Jalan, Jembatan Kewek Jogja Dibangun Ulang 2026

  • Whatsapp
rekayasa lalin jogja
Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Kleringan–Kewek resmi berlaku akibat kondisi Jembatan Kewek yang semakin ringkih. (Pemkot Jogja)

BacaJogja  — Pemerintah Kota Yogyakarta resmi memberlakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Jalan Kleringan menuju Jembatan Kewek. Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi jembatan yang dinilai semakin ringkih dan memerlukan pembatasan beban kendaraan demi keamanan pengguna jalan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa rekayasa lalin ini sudah dirumuskan sejak awal dan telah mendapatkan persetujuan Gubernur DIY.

Read More

“Sudah sesuai skenario yang direncanakan dan mendapat arahan dari Pak Gubernur untuk ditutup secara parsial,” ujar Hasto.

Meski demikian, akses Jembatan Kewek masih dapat dilewati kendaraan kecil seperti sepeda motor, namun sifatnya kondisional dan akan dibatasi saat terjadi lonjakan arus, terutama pada libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Pemda DIY Serahkan Bantuan Keuangan untuk Korban Banjir Sumatra, Sri Sultan: Jogja Pasti Membantu

Antisipasi Kemacetan: Portal di Kridosono hingga Pengaturan Ulang Arus

Pemkot Yogyakarta mengakui rekayasa ini berpotensi memunculkan kepadatan lalu lintas. Berbagai langkah antisipatif pun telah disiapkan.

“Portal-portal sudah kami pasang di Kridosono agar kendaraan besar tidak masuk. Di depan Gramedia juga sudah kami atur ulang alur lalu lintas agar tidak membebani kawasan,” jelas Hasto.

Selain itu, Lapangan Kridosono disiapkan sebagai kantong parkir tambahan apabila terjadi overload kendaraan selama masa libur Nataru.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang muncul. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi alasan utama diberlakukannya kebijakan ini.

Baca Juga: Kapolresta Yogyakarta Turun Tangan Bantu Korban Kecelakaan Tunggal di Timoho

“Ini langkah yang harus dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat yang melewati Jembatan Kewek,” ujarnya.

Menurut Dishub, perubahan pola perjalanan warga diperkirakan terjadi dalam 1–2 hari ke depan. Potensi kepadatan diprediksi bergeser ke Simpang Kridosono, simpang Gramedia, hingga koridor Sudirman–Galeria. Jalan Bausasran juga disiapkan sebagai jalur intervensi bila diperlukan.

“Jaringan jalan itu seperti organ tubuh, saling terhubung. Pasti ada dampaknya, tapi kami akan lakukan yang terbaik,” tegas Agus.

Jembatan Kewek Dibongkar Total pada 2026

Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, memastikan bahwa Jembatan Kewek akan dibongkar total dan dibangun ulang pada 2026. Proyek ini akan dibiayai APBN dan dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

“Pembangunan diperkirakan dimulai April 2026. Januari masih review DED, lalu tender. Durasi pengerjaan sekitar sembilan bulan,” jelasnya.

Secara teknis, jembatan berusia 101 tahun itu dinilai sudah tidak layak menahan beban lalu lintas.

Meskipun bukan bangunan cagar budaya, desain jembatan baru tetap harus menyesuaikan karakter kawasan Sumbu Filosofi. “Kami konsultasikan dengan Dinas Kebudayaan dan para ahli untuk penyesuaian desain,” tambah Umi.

Proyek pembangunan jembatan diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp19 miliar, dengan konstruksi beton dan fasad yang mengikuti regulasi kawasan. []

Related posts