Pemkot Yogyakarta Kebut Pengosongan Depo Sampah Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Whatsapp
sampah jogja
Pemkot Yogyakarta mempercepat pengosongan depo sampah menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. (Pemkot Jogja)

BacaJogja  – Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan seluruh tumpukan sampah di depo-depo akan tuntas sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mengerahkan armada secara maksimal untuk mempercepat pembersihan, disertai pemantauan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan sejumlah dinas terkait pada Rabu (10–12/12/2025).

Pemantauan dilakukan di Depo Mandala Krida, Langensari, Kotabaru, dan Tompeyan. Alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah, sementara puluhan truk disiagakan untuk mengangkut sampah ke TPST Piyungan.

Read More

Target Pembersihan: Depo Bersih sebelum Nataru

Hasto menegaskan bahwa pembersihan diprioritaskan pada depo dengan beban sampah terbesar seperti Mandala Krida dan Kotabaru. Ia berharap proses pengosongan dapat selesai dalam dua hari, 10–11 Desember 2025.

“Kita berusaha supaya sampah yang banyak ini bisa habis sebelum Natal dan Tahun Baru. Target saya tanggal sepuluh ini habis. Mudah-mudahan hari ini paling nggak separuh lebih, besok selesai,” ujar Hasto saat meninjau Depo Kotabaru.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Simpang Jembatan Merah Bantul: Empat Orang Terpental ke Sungai, Pelajar Meninggal

Pemkot Yogyakarta juga memaksimalkan kuota pengiriman sampah ke TPST Piyungan yang diberikan Pemda DIY untuk mempercepat pembersihan jelang libur akhir tahun.

Depo Kotabaru Bakal Ditutup

Dalam peninjauan di Depo Kotabaru, Hasto mengumumkan rencana penutupan depo tersebut setelah seluruh tumpukan sampah dibersihkan. Lokasi depo yang berada dekat dengan gereja dan pusat aktivitas masyarakat dinilai kurang ideal.

“Karena tempatnya tidak tepat, depo Kotabaru akan kita tutup. Ini kita bersihkan dulu. Mohon doanya mudah-mudahan bisa selesai,” kata Hasto.

Saat pemantauan, Hasto juga memeriksa isi beberapa kantong sampah dan menemukan sampah organik serta anorganik masih tercampur. Ia menegaskan bahwa gerakan memilah sampah harus terus digencarkan dari rumah tangga hingga pelaku usaha.

Baca Juga: Pemda DIY Serahkan Bantuan Keuangan untuk Korban Banjir Sumatra, Sri Sultan: Jogja Pasti Membantu

DLH Kerahkan 40 Truk, Target 100 Rit Per Hari

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufik, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan 40 truk armada dengan minimal 80 rit pengangkutan per hari, dan ditargetkan mencapai 100 rit untuk mempercepat pengosongan depo-depo.

“Prioritas pertama Mandala Krida karena paling banyak sampahnya. Insya Allah hari ini selesai. Kedua RRI (Kotabaru) karena berdekatan dengan aktivitas keagamaan,” jelas Rajwan.

Provinsi DIY memberikan kuota pembuangan reguler sekitar 1.200 ton per bulan, ditambah kuota ekstra 900 ton untuk mendukung percepatan pembersihan menjelang Nataru. DLH juga berkoordinasi untuk memperpanjang waktu akses ke TPST Piyungan. “Kita optimis sebelum Natal dan Tahun Baru semua depo selesai,” tandasnya. []

Related posts