Bangjo Baru di Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta: Solusi Kemacetan atau Justru Bikin Padat?

  • Whatsapp
bangjo katamso
Bangjo baru resmi beroperasi di Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta. Tujuannya mengurai kemacetan, namun respons warganet terbelah. (Ist)

BacaJogja – Lampu lalu lintas (traffic light/bangjo) baru resmi mulai beroperasi di Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta, tepatnya di depan THR, mulai hari ini. Kehadiran bangjo ini ditujukan untuk mengatur arus kendaraan dari selatan ke utara menuju pusat kota, sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di salah satu koridor tersibuk di Jogja.

Pemasangan bangjo tersebut disebut telah melalui proses kajian dan perencanaan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bersama Kepolisian. Secara konsep, bangjo ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertib di kawasan padat aktivitas.

Read More

Tujuan Pemasangan Bangjo Brigjen Katamso

Beberapa tujuan utama pemasangan lampu lalu lintas baru ini antara lain:

  • Mengurai potensi kemacetan di ruas Brigjen Katamso
  • Mengatur arus kendaraan dari selatan ke utara menuju pusat kota
  • Mendukung kelancaran mobilitas di kawasan perdagangan dan permukiman
  • Meningkatkan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki

Namun, meski niatnya baik, respons publik di media sosial justru beragam.

Warganet Terbelah: Perlu atau Malah Nambah Macet?

Sejumlah warga mempertanyakan urgensi pemasangan bangjo di titik tersebut. Mereka menilai jarak antar lampu lalu lintas di koridor Brigjen Katamso sudah terlalu dekat.

“Sejak kapan Jalan Brigjen Katamso tengah dikasih bangjo? Yo tambah macet. Jaraknya dekat dengan bangjo Jokteng (Bu Ruswo) di utara dan Jokteng Parangtritis di selatan. Volume kendaraan dari utara–selatan lebih banyak. Kalau dikasih bangjo ya tambah macet,” tulis seorang warganet.

Pendapat ini mencerminkan kekhawatiran bahwa bangjo baru justru berpotensi memperpanjang antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Catatan Warga: Depo Sampah Jadi Sorotan

Di sisi lain, ada pula komentar bernada lebih santai namun menyentil soal kenyamanan lingkungan sekitar bangjo.

“Di dekat bangjo itu, sisi timur jalan, ada depo sampah. Kadang sampai meluber dan baunya… khas. Apalagi kalau lampu merah menyala dan harus berhenti sekitar 60 detik. Ah, nggak apa-apa, nanti juga terbiasa,” tulis warganet lain.

Catatan ini menyoroti bahwa persoalan lalu lintas tidak hanya soal rekayasa jalan, tetapi juga penataan lingkungan pendukung agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman.

Bangjo Siap, Lingkungan Juga Harus Siap

Kehadiran bangjo baru di Jalan Brigjen Katamso memang menambah elemen pengatur lalu lintas. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada evaluasi berkala, kedisiplinan pengguna jalan, serta penataan lingkungan sekitar, termasuk pengelolaan depo sampah yang berada di dekat persimpangan.

Ke depan, publik berharap Dishub dan instansi terkait tidak hanya fokus pada pemasangan infrastruktur, tetapi juga memastikan bahwa seluruh ekosistem pendukungnya siap. Dengan begitu, bangjo benar-benar menjadi solusi kemacetan, bukan sekadar fasilitas baru yang memunculkan persoalan lain. []

Related posts