Kapolri Tegaskan TNI/Polri Bisa Layani Vaksin Warga yang Belum Punya NIK

  • Whatsapp
Kapolri Sigit
Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi Bantul. (Foto: Pemkab Bantul)

Bantul – Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, untuk mengurangi risiko menularnya Covid-19 masyarakat harus terus diedukasi. Selain tegas menerapkan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi harus dilakukan untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Jenderal Listyo Sigit mengatakan, sesuai arahan Presiden, pada Agustus ini mengharapkan target 2.000.000 per hari bisa tercapai. “Vaksinasi sebelumnya hanya 1.000.000 per hari. Ini memerlukan koordinasi yang baik antara Pemda dengan TNI/Polri, dengan melibatkan juga relawan-relawan yang ada,” katanya saat mengunjungi Bantul bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu, 8 Agustus 2021.

Read More

Dia mengatakan, Presiden juga berpesan bagi warga yang belum mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar bisa dilayani vaksinasi. “Jika Pemda hanya melayani warga yang ber-NIK saja, TNI/Polri bisa melayani masyarakat yang belum mempunyai NIK,” ungkapnya.

Baca Juga: Waspada, Marak Tipu Gendam Berkedok Bansos Covid-19 di Gunungkidul

Menurut Kapolri, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pasien dan kebutuhan obat-obatan dan vitamin untuk isolasi mandiri. Dia meminta stok yang disimpan di gudang-gudang obat atau di Makodim, untuk dicek benar-benar ketersediaannya dan koordinasikan kebutuhannya dengan Kementerian Kesehatan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, jumlah vaksin yang diterima hingga 5 Agustus 2021 berjumlah 239.860 dosis vaksin Sinovac dan 57.510 dosis vaksin AstraZeneca, sehingga total vaksin yang diterima 297.370 dosis. Untuk total target sasaran vaksinasi di Bantul berjumlah 824.370 orang.

Menurut dia, sasaran prioritas vaksinasi adalah kelompok lansia 59 tahun ke atas, kelompok masyarakat usia 50-59 tahun, disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta kelompok masyarakat daerah zona rawan Covid-19 secara epidemiologi yakni Kapanewon Banguntapan, Sewon dan Kasihan. “Prioritas lainnya yakni masyarakat umum usia 18-50 tahun dan remaja usia 12-17 tahun,” kata Bupati Bantul.

Baca Juga: Viral Iring-iringan Ambulans Bawa Puluhan Warga Positif Covid-19 di Sleman

Dia mengatakan, ke depan harus dilakukan langkah yang lebih cepat dan lebih signifikan untuk mampu menekan angka kematian akibat Covid-19 dengan cara mempercepat vaksninasi. Langkah lainnya melakukan pemindahan pasien isoman untuk dibawa ke shelter dan isoter yang telah disediakan.

Menurut buoati, saat ini, di Bantul baru dilakukan vaksinasi sekitar 27 persen dan ditargetkan dalam waktu yang tidak lama ini harus bisa mencapai 75 persen. “Karena dosis vaksin sudah dibagikan ke Pemda, Kodim dan Polres, maka perlu adanya koordinasi yang baik dan sempurna agar vaksin bisa terdistribusi serta terinjeksi secara cepat kepada masyarakat di Bantul,” ungkapnya. []

Related posts