Tragedi di Pantai Parangtritis: Tiga Wisatawan Terseret Ombak, Satu Masih Dalam Pencarian

  • Whatsapp
terseret ombak parangtritis
Petugas menyelematkan wisatawan yang terseret ombak di Pantai Parangtritis. (SAR Parangtritis)

BacaJogja – Sebuah insiden laka laut terjadi pada Jumat, 4 April 2025, sekitar pukul 10.00 WIB di Pantai Parangtritis, wilayah operasi III Satlinmas Rescue Istimewa. Tiga orang wisatawan dilaporkan terseret ombak saat bermain air di kawasan rip current (arus balik), satu di antaranya masih dalam proses pencarian.

Kronologi Kejadian

Anggota Satlinmas Parangtritis, Fendi Laksana Putra mengatakan, sekelompok wisatawan yang berjumlah total 12 orang tiba di Pantai Parangtritis sejak pukul 07.00 WIB. Korban pertama bersama 10 rekannya bermain air di tepian pantai. Sementara dua korban lainnya datang bersama seorang teman dan ikut bermain air tidak jauh dari lokasi pertama.

Read More

Namun nahas, saat ombak besar datang, ketiganya terseret arus rip current. Korban pertama terseret lebih dahulu, disusul dua korban lainnya yang mencoba menolong. Sayangnya, ketiganya tidak menggunakan alat keselamatan (safety).

Baca Juga: Skandal Lisa Mariana dan Ridwan Kamil: Ayu Aulia Bongkar Fakta Mengejutkan, Netizen Heboh!

“Dua korban berhasil diselamatkan oleh tim SAR dan relawan, sementara satu korban masih belum ditemukan,” katanya.

Petugas dari Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III, dibantu SAR Ditpolair Polda DIY dan relawan potensi SAR lainnya, segera melakukan tindakan penyelamatan. Dua korban yang berhasil ditarik ke daratan langsung diberikan pertolongan pertama.

Adapun identitas ketiga korban yakni Abdul Ansori Erare (19), pelajar asal Sorong, Papua, Alloisius Juniar Jati Harjanto, (22), mahasiswa asal Semarang. Keduanya selamat. “Sedangkan Andreas Julian Pranata Putra (18), mahasiswa asal Semarang Barat, masih dalam pencarian,” katanya.

Baca Juga: 4 Nyawa Melayang! Ini Pengakuan Penjaga Perlintasan Soal Kecelakaan KA Batara Kresna

Upaya Penyelamatan

Pencarian terhadap korban masih terus dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian, baik melalui jalur laut maupun darat. Pihak Satlinmas kembali mengimbau para wisatawan untuk tidak bermain air terlalu jauh dari bibir pantai dan selalu memperhatikan rambu-rambu keselamatan serta arahan petugas.

Kejadian seperti ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat berwisata di pantai, terutama di kawasan rawan arus balik. Gunakan alat pelindung dan selalu waspada terhadap kondisi laut. []

Related posts