BacaJogja – Menyambut musim migrasi penyu pertama sekaligus memperingati Hari Musik Sedunia, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menghadirkan sebuah perayaan yang tak biasa: Keroncong Pesisiran. Gelaran ini akan berlangsung pada Sabtu, 21 Juni 2025 mulai pukul 15.00 WIB di Pantai Goa Cemara, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berbalut suasana pantai yang syahdu, angin laut yang mengalun lembut, dan musik keroncong yang menggema, acara ini akan menjadi simfoni antara alam dan budaya. Menariknya, pengunjung tak dikenakan biaya alias gratis!
Baca Juga: Menyusuri Jejak Sate Kere Legendaris di Pasar Beringharjo Jogja: Aroma Sederhana yang Bikin Rindu
Lineup tahun ini menghadirkan kolaborasi lintas genre yang unik, mulai dari keroncong klasik hingga sentuhan modern nan eksperimental. Di antaranya:
– The Cloves and The Tobacco
– Iksan Skuter
– Purapura Hidup
– Keroncong Jazz Lastarya
– HAMKRI Bantul
– The Asam Garam (MC: Burhanudin Baharsyah & Teguh Nurwantara)
Tak hanya konser musik, Keroncong Pesisiran juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan kreatif seperti Pasar Pesisir, Piknik Pesisiran, Tamasya Langit, Lari di Selatan, hingga Sampah Mainan—sebuah inisiatif edukatif soal lingkungan.
Baca Juga: Masa Dispensasi Perpanjangan SIM 10–12 Juni 2025, Cek Syarat dan Lokasi di Yogyakarta
Untuk melengkapi suasana, pengunjung juga dapat menikmati lantunan piringan hitam dari Dwi Rahayu Vinyl Selector, serta berburu rilisan eksklusif dari Rilis Tukik—bagian dari kampanye pelestarian penyu yang menjadi ikon musim ini.
Melalui acara ini, Dinas Pariwisata Bantul berharap dapat memperkuat posisi Pantai Goa Cemara sebagai destinasi wisata berbasis budaya sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir.
Keroncong bukan hanya musik tua, ia adalah denyut peradaban yang tumbuh bersama ombak. Dan pantai ini adalah panggung terbaiknya.
Jangan lewatkan momen langka di mana Celtic punk bertemu irama keroncong di bibir pantai. Karena di Keroncong Pesisiran, setiap nada punya gelombangnya sendiri. []






