Berangkat Berdua, Pulang Bersama dalam Sunyi: Kisah Pilu Suami Istri di Bugisan Jogja

  • Whatsapp
ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Ist)

BacaJogja – Subuh itu, Kamis (14/8/2025), langit Yogyakarta masih kelam. Embun menempel di dedaunan, jalanan sepi, dan deru mesin motor terdengar lirih di Perempatan Bugisan. Mj (51), seorang pedagang asal Sewon, Bantul, mengendarai Honda Vario hitamnya. Di belakangnya, sang istri, Sp (52), duduk tenang, membawa harapan untuk berjualan jajan pasar di Pasar Legi Bugisan. Mereka berdua sudah terbiasa dengan rutinitas ini—menjemput rezeki di saat sebagian orang masih terlelap.

Ketika lampu lalu lintas di sisi timur Jalan Sugeng Jeroni berubah hijau, Mj memutar gas, mengarahkan motor menuju Jalan Kapten Pierre Tendean. Tak ada yang ia duga, bahwa beberapa detik berikutnya akan menjadi detik terakhir kebersamaan mereka di dunia.

Read More

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Bugisan Jogja, Jazz Terobos Lampu Merah Renggut 1 Korban Jiwa

Dari arah utara, sebuah Honda Jazz hitam melesat. Lampu merah di depannya tak dihiraukan. Mobil itu melaju seperti dikejar sesuatu—atau mungkin diiringi kebebalan akibat minuman beralkohol. Tabrakan keras pun tak terhindarkan.

Benturan itu memekakkan telinga, memecahkan kaca, dan merenggut napas. Dalam rekaman CCTV yang kini viral, tubuh Sp terpental ke udara, berguling tiga kali sebelum menghantam aspal. Tangannya patah, kakinya remuk, dan nyawanya seketika padam di tempat.

Mj sempat bertahan. Ia dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, tetapi hanya untuk menghembuskan napas terakhir beberapa jam kemudian. Dua anak mereka kini menatap dunia tanpa pegangan, kehilangan ayah dan ibu dalam satu hari yang sama.

Dugaan Pengemudi Mabuk dan Pelarian Misterius

Polisi memastikan mobil tersebut dikemudikan FMU (22), mahasiswa asal Klaten. Dugaan kuat ia berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian. “Keterangan saksi mengarah ke sana, tapi kami tunggu hasil medis untuk kepastian,” ujar Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat.

Baca Juga: Suami Istri asal Bantul Jadi Korban Kecelakaan Maut di Bugisan Yogyakarta, Satu Meninggal di Tempat

Namun, kisah ini tak berhenti di situ. Dalam kekacauan pasca-kecelakaan, dua penumpang laki-laki dari mobil itu kabur dari lokasi, meninggalkan FMU dan satu penumpang perempuan, MH (22), warga Gunungkidul. Identitas mereka belum terungkap, dan polisi masih memburu keduanya.

Roda Hukum Mulai Berputar

Rekaman CCTV memperlihatkan dengan jelas mobil itu melanggar rambu lalu lintas. Polisi telah mengamankan kendaraan sebagai barang bukti. FMU belum ditetapkan sebagai tersangka, namun proses hukum terus berjalan.
“Tidak ada yang bisa lari dari pertanggungjawaban,” tegas Iptu Gandung, Plt Kasi Humas Polresta Yogyakarta.

Baca Juga: Demo Ricuh di Pati: DPRD Sebut 2 Orang Meninggal, Polisi Pastikan Nihil Korban Jiwa

Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir Rp5 juta—namun kerugian yang sebenarnya tak bisa dihitung: dua nyawa, yang meninggalkan dua anak menjadi yatim piatu, dan masa depan yang berubah selamanya.

Di Yogyakarta, perempatan biasanya menjadi titik temu: tempat jalan bersilang, tempat orang bertemu dan berpisah. Tapi di Bugisan, subuh itu, perempatan menjadi titik pemisah. Mj dan Sp berangkat bersama, namun pulang dalam keadaan tak bernyawa—dalam balutan kain putih, di dua keranda yang berbeda. []

Related posts