Cerita Haru di Yogyakarta: Sukinem Hilang 7 Tahun Dipertemukan Kembali dengan Keluarganya

  • Whatsapp
Sukinem
Polsek Kotagede mempertemukan Sukinem dengan keluarga setelah 7 tahun berpisah. (Polsek Kotagede)

BacaJogja – Suasana haru tak terbendung terjadi pada Rabu (15/10/2025). Air mata bahagia tumpah ketika Sukinem, perempuan asal Wonogiri, Jawa Tengah, akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya setelah tujuh tahun menghilang tanpa kabar.

Selama bertahun-tahun, keluarga besar Sukinem mengira ia telah meninggal dunia. Harapan untuk menemukan sang anggota keluarga perlahan pupus, hingga sebuah unggahan sederhana di media sosial mengubah segalanya.

Read More

Pertemuan ini bermula dari kegiatan bakti sosial (baksos) yang dilakukan Ipda Ali, anggota Polsek Kotagede, pada Selasa (14/10/2025). Dalam kegiatan tersebut, polisi menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu di kawasan padat penduduk Gedongkuning, Kotagede. Salah satu penerimanya adalah seorang perempuan sederhana bernama Sukinem.

Baca Juga: Mediasi Kasus Dugaan Penganiayaan Driver Ojek Online di Bantul Berujung Laporan Polisi

Kapolsek Kotagede, AKP Sutarto, mengisahkan, dari hasil interaksi petugas, diketahui bahwa Sukinem tinggal seorang diri dan bekerja merawat orang sakit di lingkungan sekitar. Unggahan kegiatan baksos itu kemudian diunggah ke media sosial Polsek Kotagede — tanpa disangka, menjadi titik balik sebuah kisah kehilangan panjang.

“Pihak keluarga yang berada di Wonogiri melihat unggahan itu dan langsung mengenali wajah Sukinem. Mereka segera menghubungi kami, dan akhirnya kami bantu mempertemukan mereka,” jelas AKP Sutarto.

Ternyata, selama ini Sukinem mengalami kesulitan membaca dan menulis. Kondisi itu membuatnya kehilangan arah setelah merantau ke Yogyakarta untuk bekerja, hingga tak mampu pulang. Keluarga yang tak pernah berhenti mencari akhirnya pasrah, mengira Sukinem telah tiada.

Baca Juga: Disdikpora Gunungkidul: Siswa SD yang Meninggal  Tenggelam Bukan Outbond, Tapi Kegiatan Pramuka

Momen pertemuan di Polsek Kotagede berlangsung penuh isak tangis. Pelukan erat, linangan air mata, dan ucapan syukur menjadi saksi betapa dalamnya rindu yang tertahan selama tujuh tahun.

“Kegiatan sosial yang kami lakukan bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tetapi juga wujud empati dan kepedulian terhadap sesama. Kami bersyukur, dari kegiatan sederhana ini bisa mempertemukan kembali keluarga yang lama terpisah,” ujar AKP Sutarto penuh haru.

Polsek Kotagede berkomitmen melanjutkan kegiatan sosial serupa sebagai bentuk kedekatan antara Polri dan masyarakat. Di balik kisah sederhana Sukinem, tersimpan pesan bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat membawa keajaiban besar — bahkan mempertemukan kembali keluarga yang sempat terpisah oleh waktu.  []

Related posts