Indonesia Dominan di Wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 di Yogyakarta

  • Whatsapp
badminton indonesia
Pebulutangkis Indonesia tampil dominan di Wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 di GOR Amongrogo Yogyakarta. (Ist)

BacaJogja – Pebulutangkis Indonesia kembali menunjukkan superioritasnya pada pekan kedua Wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 yang digelar di GOR Amongrogo Yogyakarta, Selasa (18/11/2025). Sejumlah wakil tuan rumah berhasil mengamankan tiket perempatfinal, bahkan setelah saling berhadapan dengan sesama pemain Indonesia.

Pasangan ganda putra Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka tampil solid saat menumbangkan pasangan Indonesia lainnya, Hastungkoro Rasyid Athanino/Casey Franov Immanuel.

Read More

Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-13.

Alexius mengakui sempat gugup di awal pertandingan. “Awal-awal kami sedikit ragu dan terburu-buru, mainnya kurang aman. Setelah interval kami lebih tenang dan fokus menjaga poin,” ujarnya.

Baca Juga: KDMP Sidoarum Sleman Optimalkan Modal Iuran Anggota untuk Majukan Usaha Desa

Ia menambahkan, pola permainan mereka menghindari lob pendek dan fokus membuka peluang serangan untuk Aquino. Aquino menilai lawan masih belum stabil. “Mereka ragu-ragu dan terburu-buru. Kami coba tetap fokus dan bermain aman,” katanya.

Sudah bermain sejak babak kualifikasi, Alexius/Aquino merasa diuntungkan karena lebih cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan. Setelah mencapai semifinal pada pekan sebelumnya, kali ini mereka menargetkan hasil lebih baik.

Tunggal Putri: Kavitha Nadjwa Aulia Melaju ke Perempatfinal

Di sektor tunggal putri, Kavitha Nadjwa Aulia memastikan langkah ke perempatfinal setelah menang atas rekan senegara Rebeca Sarce Laoh Debora dengan skor 21-10, 21-18.

“Game pertama berjalan lancar. Di game kedua saya banyak mati sendiri, ditambah kondisi angin cukup kencang sehingga menyulitkan,” ujar Kavitha.

Meski Rebeca memperketat pertahanan, Kavitha tetap mampu mengendalikan permainan lewat serangan yang lebih variatif. Pada babak berikutnya, ia akan berhadapan dengan seniornya, Mutiara Ayu Puspitasari.

“Saya tidak ada beban. Pertemuan besok saya jadikan pengalaman. Harus siap mental dan semoga bisa menang,” ujarnya.

Baca Juga: Konjen RI di New York Dorong Kolaborasi Baru dengan Pemda DIY untuk Promosi Potensi Budaya dan Investasi

Kavitha menegaskan bahwa bermain di level senior menuntut kekuatan dan daya tahan lebih besar.
“Tidak bisa hanya 3–5 pukulan langsung mati. Harus kuat dan siap dari semua aspek, termasuk fisik dan mental,” tambahnya.

Tunggal Putra: Zidane Cahyo Nugroho Mantap ke Babak 16 Besar

Pemain tunggal putra Indonesia Zidane Cahyo Nugroho juga tampil impresif dengan menyingkirkan wakil Malaysia, Yeow Chun Cher, lewat kemenangan 21-9, 21-16.

Zidane mengatakan kemenangan ini dipengaruhi pengalaman berharga dari laga sebelumnya melawan Chun Chen Liang, di mana ia sempat tertinggal jauh 0-10 sebelum bangkit menang.

Baca Juga: Sate Bumbon Kendal: Kuliner Legendaris yang Kaya Bumbu dan Selalu Bikin Rindu

“Pertandingan pagi jadi pelajaran penting. Melawan Yeow saya langsung fokus sejak awal, bermain lebih tenang, dan hasilnya bisa menang,” ujarnya.

Menghadapi Yeow yang dikenal memiliki teknik tinggi, Zidane memilih tampil agresif. “Tangannya bagus, jadi saya harus menyerang duluan agar dia tidak mengontrol permainan,” jelasnya.

Setelah lolos kualifikasi dan mencatat peningkatan performa dibanding pekan lalu, Zidane menegaskan dirinya tidak boleh lengah. “Besok harus lebih aman mainnya, kalau bisa menyerang duluan tanpa ragu,” tegasnya. []

Related posts