BacaJogja – Transformasi digital terus berlangsung cepat dan membawa dampak besar bagi pelaku usaha. Di Yogyakarta, gelombang digitalisasi menjadi peluang sekaligus tantangan terutama bagi pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan penjualan konvensional.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Rumah BUMN Yogyakarta berkolaborasi dengan Pegadaian Cabang Lempuyangan menyelenggarakan pelatihan pemasaran digital UMKM pada Rabu, 26 November 2025, di Gade Preneur Space Lempuyangan.
Pada sesi kali ini, materi dibawakan oleh Raffi Farhan Fahru Rozi, MBA, owner Titik Balik Akademi dan Bro Packer. Dengan tema “Innovative Smart Business: Mendorong UMKM Lebih Efisien dan Kompetitif di Era Modern,” Raffi menekankan bahwa keberhasilan penjualan online bergantung pada kekuatan branding.
Baca Juga: Viral Parkir GL Zoo Yogyakarta: Karcis Hilang Didenda Rp50 Ribu, Barang Hilang ‘Risiko Sendiri’
“Online marketing itu berbeda dengan jualan konvensional. Di digital, orang tidak langsung membeli. Yang pertama kali harus kuat adalah brand — nama usaha, logo, visual produk, dan citra merek harus dibangun sejak awal,” jelasnya.
Menurut Raffi, banyak UMKM yang merasa gagal dalam pemasaran digital bukan karena produknya tidak bagus, melainkan karena konten yang dibuat tidak konsisten. Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM wajib rutin memproduksi konten untuk menjaga eksistensi dan menyentuh algoritma media sosial.
“Kalau dua hari upload lalu berhenti karena tidak ada penjualan, itu keliru. Secara teori, performa konten baru kelihatan minimal setelah tiga bulan posting setiap hari. Konsistensi itu kunci utama,” tambahnya.
Media Sosial sebagai Etalase Baru UMKM
Dalam materinya, Raffi mengajak peserta untuk menggunakan platform visual seperti Instagram dan TikTok sebagai “etalase toko” digital karena konten berupa foto dan video lebih cepat menarik audiens. Ia juga memberikan teknik membuat konten menarik, storytelling produk, dan cara menampilkan keunggulan produk tanpa terkesan memaksa.
“Banyak pembeli itu sebenarnya tidak follow akun UMKM, tapi tetap membeli karena sering melihat kontennya. Algoritma bekerja kalau kita konsisten posting,” terangnya.
Baca Juga: Festival Anggrek Vanda Tricolor: Pelestarian Flora Merapi Identitas Ekologis Yogyakarta
Raffi juga menekankan bahwa pemasaran digital bisa dilakukan oleh semua usia. Tantangan ketika mendampingi peserta usia lanjut diakui cukup besar, namun ia menyiapkan metode yang sederhana dan bertahap agar mudah dipahami. Pelatihan ini terbukti efektif — peserta yang pernah mengikuti kelas sebelumnya bahkan memberikan testimoni atas peningkatan penjualan mereka sejak aktif di media sosial.
Gade Preneur Space, Wadah Baru untuk UMKM Bertumbuh
Pimpinan Pegadaian Lempuyangan, Nirawan Hadi, menjelaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung perkembangan UMKM. Ia menegaskan bahwa Pegadaian ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra pengembangan usaha.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program pembinaan UMKM berkelanjutan yang digelar hampir setiap minggu. Antusiasme peserta selalu tinggi — kapasitas ruangan sebanyak 60 orang hampir selalu penuh. Hal ini menunjukkan kebutuhan pelaku UMKM terhadap pengetahuan pemasaran digital terus meningkat setiap tahunnya.
“Tujuan kami membangkitkan dan memperkuat UMKM Yogyakarta. Gade Preneur Space kami dirancang bukan sekadar ruang pelatihan, tetapi ruang tumbuh,” ujarnya.

Selain pelatihan, Gade Preneur Space menyediakan:
- Showroom untuk memamerkan dan menjual produk UMKM
- Ruang pelatihan seperti kelas
- Kolaborasi antar komunitas UMKM
- 3D Café sebagai tempat interaksi pelanggan dan pelaku usaha
Menariknya, pelaku UMKM di Yogyakarta dapat menjadi anggota melalui Instagram Gade Preneur Pegadaian dan berkesempatan memajang produk di showroom tanpa batasan lama selama masih ada slot ruang. Menurut Nirawan, pelatihan dan ajang pameran produk ini telah menjadi ekosistem yang saling mendukung.
Baca Juga: Pesan Tegas Content Creator Papua untuk Perantau di Jogja: Jaga Sikap, Jaga Nama Baik Orang Timur
Dukungan Pembiayaan bagi Pelaku UMKM
Pegadaian juga menawarkan berbagai fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk modal usaha. Salah satu yang banyak diminati adalah program Gade Peduli, yaitu pinjaman selama tiga bulan tanpa bunga untuk kebutuhan modal cepat dengan jaminan emas atau kendaraan.
Program ini memungkinkan pelaku usaha melakukan kulakan harian dengan risiko rendah. Nirawan menyebut program tersebut sangat membantu pedagang kecil, karena pencairan dan pelunasan dapat dilakukan dalam hitungan jam.
Nirawan menegaskan bahwa Gade Preneur Space akan menjadi wadah pembinaan permanen. Selama minat UMKM tetap tinggi, Pegadaian akan terus menghadirkan topik pelatihan beragam — mulai dari digital marketing, keuangan, packaging, hingga manajemen usaha.
Dengan adanya pelatihan pemasaran digital UMKM dan ekosistem pembinaan yang sistematis, Pegadaian dan Rumah BUMN Yogyakarta berharap pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi meningkat daya saingnya dan mampu menguasai pasar digital yang semakin luas. []






