BacaJogja – Beredar video viral dari seorang content creator asal Papua dengan akun @badjingan31 menyampaikan pesan penting kepada para perantau asal wilayah timur Indonesia, khususnya mereka yang sedang menempuh pendidikan maupun bekerja di Jawa—terutama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa mayoritas warga Papua di Jogja datang dengan tujuan baik, seperti menuntut ilmu, menyelesaikan studi, atau mencari pekerjaan. Namun ia menegaskan bahwa perilaku sebagian oknum justru kerap merusak citra orang timur secara keseluruhan.
Ia menyoroti adanya sejumlah kontrakan di Jogja yang memasang catatan “tidak menerima orang timur”. Menurutnya, hal semacam ini tidak muncul tanpa sebab. Karena itu, ia mendorong paguyuban, asrama, serta komunitas mahasiswa timur di Jogja untuk melakukan introspeksi sekaligus membina anggotanya.
“Hal seperti ini muncul karena ada oknum yang bikin masalah. Bukan semua orang timur,” ujarnya dikutip dari laman Informasi Yogyakarta.
Baca Juga: Kreativitas Disabilitas Yogyakarta: Menyulap Kain Perca Menjadi Eco-Craft Bernilai Tinggi
Masalah Paksaan Minum Miras dan Perilaku yang Meresahkan
Content creator ini juga menegur perilaku sebagian oknum yang suka memaksa orang lain minum minuman keras, termasuk memaksa driver ojek online yang sedang bekerja.
“Tindakan seperti itu tidak bisa dibenarkan. Orang tidak mau mabuk, tapi kalian paksa. Itu namanya pemaksaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebiasaan berkendara tanpa helm dan kemudian merasa menjadi korban saat terkena masalah adalah contoh lain perilaku yang harus dihentikan.
“Kita datang ke tempat orang, maka kita harus menyesuaikan budaya dan aturan yang berlaku di sana,” tuturnya.
Jogja Kota Pendidikan, Jangan Rusak Nama Baik Papua
Ia mengingatkan bahwa Yogyakarta merupakan kota pendidikan yang dihuni oleh mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Karena itu, perilaku oknum tertentu tidak boleh sampai membentuk stigma negatif terhadap warga Papua atau masyarakat timur Indonesia.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Apresiasi 1001 Atlet Pelajar Berprestasi, Total Tali Asih Capai Rp1,8 Miliar
Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar fokus pada kuliah dan mengingat pengorbanan orang tua di kampung halaman yang mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk biaya hidup dan pendidikan.
Kepada para senior di asrama dan paguyuban Papua maupun wilayah timur Indonesia, ia mengingatkan agar lebih aktif membina dan menjaga adik-adik yang baru datang.
“Kemarin ada driver yang dipaksa minum lalu dipukul. Ini sangat tidak pantas. Tolong oknum-oknum tersebut segera meminta maaf agar masalah tidak melebar,” katanya.
Di akhir pesannya, ia menegaskan bahwa menjaga kedamaian di Jogja adalah tanggung jawab bersama, baik warga timur maupun barat. “Kita hidup berdampingan. Tanpa timur, tanpa barat, itu bukan Indonesia. Kita satu. Mari jaga damai di Jogja,” tutupnya. []






