Yogyakarta Perluas Warung Mrantasi untuk Kendalikan Inflasi: Kini Total 85 Titik di Tiga Pasar

  • Whatsapp
warung mrantasi
Pemkot Yogyakarta memperluas Warung MRANTASI menjadi total 85 titik di tiga pasar untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga sembako. (Pemkot Jogja)

BacaJogja –  Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Yogyakarta semakin digencarkan pemerintah daerah. Melalui perluasan Program Warung Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI), Pemkot Yogyakarta berharap pedagang dapat berperan aktif dalam pengendalian inflasi, sekaligus memberikan akses harga terjangkau bagi masyarakat.

Program MRANTASI kembali diperluas sebagai bentuk kesadaran dan kesanggupan pedagang pasar untuk turut peduli terhadap pengendalian inflasi di Kota Yogyakarta. Rabu (3/12), Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meresmikan Warung MRANTASI milik Sri Widodo yang berlokasi di Pasar Prawirotaman. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pembukaan tirai kios MRANTASI.

Read More

Program MRANTASI yang sebelumnya berjalan efektif di Pasar Beringharjo dengan melibatkan 25 pedagang kini diperluas ke tiga titik baru berkat kerja sama Pemerintah Kota Yogyakarta, Bank Indonesia, Bank BPD DIY, dan para distributor. Kini layanan warung MRANTASI hadir di Pasar Prawirotaman, Pasar Sentul, dan Pasar Kranggan.

Baca Juga: Duka di Wirobrajan: Polresta Jogja Ungkap Rangkaian Kejadian Korban Dianiaya di Tiga Lokasi Berbeda

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi agenda strategis pemerintah daerah. Berdasarkan dokumen Kerangka Acuan Kegiatan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Yogyakarta. “Yogyakarta bukan daerah produsen, sehingga ketergantungan pada pasokan dari sekitar wilayah sangat tinggi,” jelasnya.

Menurut Hasto, ketersediaan pangan sangat menentukan stabilitas harga, terlebih karena permintaan meningkat seiring posisi Yogyakarta sebagai kota wisata. Karena itu, kerja sama antar daerah dinilai menjadi kebutuhan penting. Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng Kabupaten Bantul dan Sleman untuk menjamin mekanisme pasokan pangan, khususnya dalam mendukung operasi pasar yang menyalurkan barang langsung kepada pedagang di Pasar Beringharjo dan Prawirotaman.

“Kita harus menguasai pasar kita dengan produk kita sendiri. Jadi pedagang kita dorong untuk membantu mengendalikan harga dengan mengoptimalkan produk lokal dan memperkuat kerja sama antar daerah,” ujarnya.

Baca Juga: KRL Mogok di Stasiun Srowot, KAI Commuter Minta Maaf: Perjalanan Telat 116 Menit

Hasto juga menegaskan pentingnya mengutamakan produk lokal dalam upaya menekan inflasi. “Jangan sampai beras itu kita ambil dari impor. Kami lebih baik mengambil beras dari Sleman atau Bantul. Kalau harga pasar melejit, Warung MRANTASI akan menjadi penyeimbang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan perkembangan jumlah Warung MRANTASI. “Tahun 2025 sebelum penambahan titik, jumlahnya baru 25. Sekarang total menjadi 85 warung dengan penambahan 60 unit di 37 kios di Prawirotaman, 11 di Sentul, dan 11 di Kranggan,” jelasnya.

Warung-warung MRANTASI berfokus pada penjualan sembako sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah bekerja sama dengan Bulog dan distributor untuk memastikan ketersediaan barang tetap terjaga. “Mereka mendapatkan barang sesuai HET atau harga eceran tertinggi, sehingga harga jual tetap terjangkau. Ini menjadi edukasi bagi pedagang dan masyarakat bahwa mereka bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga stabil di Warung MRANTASI,” tambahnya.

Ia memastikan stok beras masih aman menjelang akhir tahun tanpa membutuhkan impor. Kerja sama antar daerah berjalan dengan mekanisme business to business (B2B) antara pedagang dan pemasok dari Bantul dan Sleman, dan dapat diperluas ke wilayah penyangga apabila dibutuhkan.

Salah satu pemilik Warung MRANTASI di Pasar Prawirotaman, Sri Widodo, merasakan manfaat nyata dari program ini. “Kami sudah tersedia beras, minyak, tepung, gula pasir, dan mudah mendapatkannya dengan harga lebih murah melalui operasi pasar. Harapannya, konsumen semakin banyak datang karena harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Dengan bertambahnya jumlah warung MRANTASI, Pemkot Yogyakarta berharap stabilitas harga di pasar semakin terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui dukungan pedagang lokal. []

Related posts