Viral Sewa Tikar Rp50 Ribu di Pantai Drini, Bupati Gunungkidul Minta Jaga Citra Pariwisata

  • Whatsapp
viral pantai drini
Viral di media sosial, wisatawan mengeluhkan tarif sewa tikar Pantai Drini mencapai Rp50 ribu per lembar. (Ist)

BacaJogja  – Keluhan wisatawan terkait tarif sewa tikar di kawasan Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang mencapai Rp50 ribu per lembar, viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Menanggapi polemik tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan pentingnya transparansi harga demi menjaga citra pariwisata daerah.

Menurut Bupati Endah, persoalan utama yang perlu dibenahi bukan semata soal mahal atau murah, melainkan kejelasan informasi harga sejak awal agar wisatawan merasa nyaman.

Read More

“Tikar itu sebenarnya berapa, makan itu berapa, apa saja yang berbayar. Harus disampaikan dulu sebelum penyewa menggunakan. Kalau ada kesamaan harga, di mana pun wisatawan datang mereka merasa nyaman,” ujar Endah.

Ia menekankan bahwa keramahan dan kenyamanan wisatawan adalah kunci utama agar Gunungkidul tetap menjadi tujuan pariwisata unggulan. Jangan sampai, kata dia, citra pariwisata yang sedang dibenahi justru menurun akibat persoalan komunikasi harga di lapangan.

Pemkab Siapkan Langkah Edukasi dan Pembinaan

Bupati Endah menyebut persoalan ini tengah dibahas oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul. Ia juga meminta dukungan berbagai pihak, termasuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), pelaku UMKM, serta dinas terkait seperti Perikanan dan Kelautan, untuk duduk bersama mencari solusi.

“Kami mohon bantuan rekan-rekan untuk ikut mengedukasi. Kalau perlu ada gerakan bersama agar citra pariwisata kita tidak semakin hari malah diperburuk oleh kita sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Pokdarwis Pantai Drini, Marjoko, membenarkan adanya tarif sewa tikar Rp50 ribu per lembar dengan durasi sekitar dua jam. Namun ia menegaskan bahwa tarif tersebut bukan kebijakan baru, melainkan sudah berlaku sejak 1–2 tahun terakhir, khusus pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Menurut Marjoko, satu tikar bisa digunakan oleh banyak orang, bahkan hingga belasan. Ia menyebut kesalahpahaman muncul karena yang menanyakan harga dan yang membayar adalah orang yang berbeda, meski masih dalam satu rombongan.

“Total pengeluaran rombongan itu sekitar Rp200 ribu, terdiri dari sewa dua tikar Rp100 ribu dan pembelian minuman sekitar Rp100 ribu,” jelasnya.

Viral di Media Sosial, Warganet Bereaksi

Kasus ini mencuat setelah unggahan akun @emmy_store08 viral di media sosial. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku terkejut dengan tarif sewa tikar di Pantai Drini.

“Seumur-umur baru nemu sewa tikar termahal gaess… 1 tikar 50rb, 2 tikar 100rb,” tulisnya dalam unggahan pada Minggu (14/12).

Unggahan tersebut memantik beragam reaksi warganet, mulai dari kaget, kesal, hingga mempertanyakan standar harga dan tata kelola kawasan wisata.

Imbauan untuk Wisatawan dan Pedagang

Sebagai tindak lanjut, pengelola Pantai Drini mengimbau wisatawan agar aktif menanyakan harga sejak awal, sementara pedagang diminta menyampaikan tarif secara terbuka dan jelas sebelum layanan digunakan.

Pantai Drini selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Gunungkidul. Namun, polemik ini menjadi pengingat bahwa fasilitas pendukung dan transparansi harga memegang peranan penting agar wisatawan tidak kapok dan pariwisata daerah tetap berkelanjutan. []

Related posts