Hebat, Anak Pedagang Pasar Godean Raih IPK Tertinggi Wisuda UNY

  • Whatsapp
Fani IPK tertinggi UNY
Fani Fatmawati berfoto dengan kedua orang tua saat wisuda. (Foto: Dok. UNY)

BacaJogja – Fani Fatmawati tampak bahagia. Anak seorang pedagang Pasar Godean Sleman ini berhasil meraih indeks prestasi tertinggi untuk jenjang S1 dalam wisuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada periode Desember 2022 ini. IPK Fani 3,94.

Fani mengaku, hasil yang diraihnya merupakan capaian besar mengingat tidak mudah bisa masuk kampus negeri. Anak pasangan Sutardi karyawan dan Hartini pedagang di Pasar Godean ini harus melewati jalan berliku bisa diterima di UNY.

Read More

Baca Juga:  Keren, Anak Pedagang Sayur Keliling di Kulon Progo Lulus UNY dengan IPK 3,84

Perempua asal Klebakan, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo ini mengungkapkan, saat duduk di bangku SMA masuk jurusan IPA. “Saya di SMA pada jurusan IPA, harus berjuang melawan arus, berjuang menguasai Ilmu Sosial dalam waktu singkat demi bisa lolos menjadi mahasiswa PGSD FIP UNY,” katanya, Minggu, 4 Desember 2022.

Alumni SMAN 1 Pengasih Kulon Progo ini sempat gagal masuk melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Dengan ikhtiar dan doa berhasil masuk melalui jalur Seleksi Mandiri.

Baca Juga:  Hebat, Anak Buruh Catering di Bantul Lulusan Terbaik UNY

Gadis kelahiran Kulon Progo 18 Desember 1999 tersebut mengaku adalah seorang pemimpi, terbiasa menuliskan mimpi-mimpinya pada sebuah kertas yang tertempel di sudut ruang belajar. Dia pun bersyukur beberapa dari mimpi-mimpinya lambat laun bisa terwujud. Salah satunya saat berada di bangku kuliah, dan mendapatkan beasiswa PPA.

Fani selama kuliah di PGSD UNY selalu berusaha untuk belajar dengan tekun, banyak membaca buku-buku referensi terkait materi kuliah, banyak mencatat poin-poin penting yang didapat saat perkuliahan, mengerjakan tugas kuliah dengan maksimal dan sebaik-baiknya, serta tidak malu untuk bertanya kepada dosen ataupun teman ketika belum paham materi.

Baca Juga:  Hebat, Anak Buruh Tani asal Godean Sleman Lulusan Terbaik UNY

Softskill juga dilatih dengan mengikuti organisasi dan beberapa kegiatan yang diadakan oleh beberapa organisasi mahasiswa yang ada di UNY Kampus Wates, salah satunya di UKKI Al-Mujaddid.

“Motivasi untuk terus belajar, terus memperbaiki diri, terus bekerja keras diiringi dengan doa untuk mencapai kesuksesan merupakan teladan dari orang tua yang diajarkan kepada saya,” ujarnya.

“Kedua orang tua tidak pernah lelah menghidupi keluarga dan berjuang untuk menyekolahkan saya setinggi-tingginya,” imbuh Fani.

Baca Juga: Tas Kulit Batik Abdarta, Karya Mahasiswa UNY Calon Ikonik Kerajinan Yogyakarta

Dia mengaku bisa membanggakan kedua orang tua merupakan impian terbesarnya. Baginya bisa membanggakan orang tua dijadikan sebagai motivasi dalam belajar dan berkarya. “Terus berusaha dan berdoa untuk bisa menjemput mimpi satu persatu,” kata Fani.

Ke depannya, Fani ingin terus belajar sembari berusaha untuk menerapkan ilmu yang didapat. “Belajar untuk terjun di dunia pendidikan, belajar menjadi seorang guru SD yang baik, belajar melalui PPG maupun studi lanjut, dan lain sebagainya” papar Fani.

Baca Juga:  Makan Sambil Belajar Kebudayaan Jawa di Balai Reren Milik Mantan Rektor UNY Wibawa Sutrisna

Sementara sang ibu, Hartini bersyukur anaknya bisa menyelesaikan pendidikannya di UNY. Sebagai orang tua selalu memberikan dukungan penuh.

“Harapannya semoga Fani selalu rendah hati, menjadi orang yang bermanfaat, dan ilmu yang diperolehnya menjadi berkah,” ujar pedagang pasar Godean Sleman ini. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *