BacaJogja – Yogyakarta kembali menjadi saksi aksi besar-besaran. Kamis, 20 Februari 2025, ribuan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka. Mereka memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Jogja Memanggil berkumpul sejak pagi di Taman Parkir Abu Bakar Ali, lalu bergerak menyusuri ikon wisata Kota Gudeg, Jalan Malioboro. Poster-poster bertebaran, suara orasi menggema, dan semangat menyala-nyala di sepanjang jalur demonstrasi.
Namun, ada pemandangan lain yang mencuri perhatian. Ketika gema tuntutan mulai mereda dan langkah kaki meninggalkan aspal Malioboro, jejak aksi masih tertinggal: sampah berserakan di sepanjang jalan. Kertas-kertas bekas poster, botol air mineral, dan spanduk yang tak lagi terpakai berserakan di trotoar. Sebuah ironi bagi kota wisata yang terkenal akan keindahannya.
Tapi, Yogyakarta membuktikan kelasnya. Usai aksi damai, para demonstran dan aparat kepolisian tidak langsung meninggalkan lokasi. Dengan kantong sampah di tangan, mereka bergotong royong membersihkan sisa-sisa aksi. Para mahasiswa yang tadi mengangkat poster kini membungkuk memunguti sampah. Polisi yang sebelumnya menjaga barisan massa kini turut menyapu jalanan.
Satu per satu sampah dikumpulkan. Dalam waktu singkat, sepanjang Malioboro kembali bersih, seakan tidak pernah ada demonstrasi besar di tempat itu. Wisatawan yang sempat menepi kini kembali menikmati suasana khas Yogyakarta dengan lebih nyaman.
“Kami ingin menunjukkan bahwa aksi ini bukan hanya tentang menyuarakan aspirasi, tapi juga tentang tanggung jawab. Jogja tetap harus bersih dan nyaman bagi siapa pun,” ujar Hermawan, salah satu demonstran.
Baca Juga: Viral Aksi Nekat di Taman Safari: Pengunjung Keluar dari Mobil, Netizen Murka!
Aksi ini menjadi bukti bahwa kesadaran menjaga kebersihan sudah mengakar di hati masyarakat Yogyakarta. Sebuah contoh bahwa menyuarakan aspirasi bisa berjalan beriringan dengan menjaga keindahan kota. Jogja bukan hanya tempat untuk berunjuk rasa, tapi juga rumah yang harus selalu dirawat.
Polisi turut mengapresiasi para demonstran. “Usai aksi damai, Personel Polresta Yogyakarta dan Sat Brimob Batalyon B beserta mahasiswa membersihkan sisa aksi di area Gedung Agung. Terima kasih bagi mahasiswa yang telah menggelar aksi dengan santun dan damai,” demikian keterangan kepolisian melalui akun Instagram Polresjogja. []






