Kidung Pertiwi Yogyakarta Royal Orchestra: Konser Musik Gratis Hari Musik Dunia di Hutan Pinus Mangunan

  • Whatsapp
Yogyakarta Royal Orchestra
Penampilan Yogyakarta Royal Orchestra di Lapangan Balai Kota Yogyakarta. (Pemkot Jogja),

BacaJogja — Menyambut Hari Musik Dunia 2025 dan merayakan ulang tahun keempatnya, Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) kembali menyapa publik dengan sebuah konser istimewa bertajuk Kidung Pertiwi. Gelaran yang diinisiasi oleh Kawedanan Kridhamardawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini akan berlangsung di Panggung Terbuka Telaga Mardigdo, Hutan Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul, pada Sabtu, 21 Juni 2025 mulai pukul 15.30 WIB.

Konser ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pertunjukan YRO bertajuk sama yang sebelumnya digelar di Jakarta pada 25–26 April 2025. Bukan sekadar pertunjukan musik, konser ini juga menjadi bentuk sinergi antara seni dan pariwisata berkelanjutan, dengan menggandeng komunitas serta masyarakat setempat melalui penyelenggaraan bazar UMKM mulai pukul 14.00 WIB.

Read More

“Dari tahun ke tahun, kami berkomitmen membawa orkestra ke alam terbuka dan desa wisata. Setelah tampil di Tebing Breksi Sleman (2022), Gunung Api Purba Nglanggeran Gunungkidul (2023), dan Taman Bendung Kamijoro Kulon Progo (2024), kini giliran Bantul kami sambangi,” jelas KPH Notonegoro, Penghageng Kawedanan Kridhamardawa.

Baca Juga: UGM Tembus Top 100 Dunia, Bersama UI dan Unair dalam THE Impact Rankings 2025

Musik, Alam, dan Perempuan: Semangat ‘Kidung Pertiwi’

Tajuk Kidung Pertiwi bukan sekadar nama. ‘Kidung’ berarti nyanyian, sementara ‘Pertiwi’ merujuk pada tanah air dan perempuan sebagai simbol kekuatan dan kesuburan bumi. Semangat inilah yang diusung YRO untuk menampilkan musik bertema alam, lingkungan hidup, dan peran perempuan melalui sentuhan orkestra dan vokal.

Total akan ada 12 lagu, terdiri dari 9 karya orkestra dan 3 penampilan acapella. Musik orkestra dipimpin oleh MJ. Manggalawaditro dan akan berkolaborasi dengan cokekan serta sinden Nyi ML. Larasati, solois violin Riana Heath, solois clarinet MJ. Jatmikowaditro, Yogyakarta Royal Choir, hingga Ndaru (Ndarboy Genk). Sementara lagu-lagu acapella akan dibawakan oleh Yogyakarta Royal Choir di bawah arahan Lukas Gunawan Arga Rakasiwi.

“Konser ini terbuka untuk umum dan gratis, tanpa perlu reservasi. Namun karena digelar di kawasan wisata, penonton tetap wajib membayar retribusi dan parkir di Hutan Pinus Sari Mangunan,” terang ML. Widyotantomardowo, pimpinan produksi konser.

Baca Juga: Yogyakarta Dorong Pariwisata Berbasis Kampung: Hotel 101 Style Malioboro Hadirkan Paket Heritage Walk

Dua Lagu Perdana dan Siaran Tunda di Kanal Kraton Jogja

Konser ini juga akan menjadi panggung perdana dua nomor spesial YRO: Concerto Kidung Pamuji dan Concerto Pertiwi. Masing-masing lagu memiliki satu movement yang disengker atau belum pernah dimainkan sebelumnya dan baru akan ditampilkan di konser Mangunan ini.

Bagi yang tak sempat hadir langsung, konser ini akan ditayangkan ulang melalui kanal YouTube Kraton Jogja secara siaran tunda, guna memastikan kualitas tayangan optimal.

Baca Juga: Protes Viral! Warga Tanam Pohon Pisang dan Pasang Spanduk di Jalan Rusak Kulon Progo

Penyelenggara mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan menikmati senja ditemani musik orkestra dalam suasana alam terbuka. Penonton disarankan mengenakan pakaian nyaman, membawa alas duduk, serta mematuhi peraturan kawasan, termasuk larangan merokok dan penggunaan smoke bomb, demi menjaga kelestarian hutan.

“Ini momen istimewa yang tidak boleh dilewatkan. Mari rayakan Hari Musik Dunia bersama Yogyakarta Royal Orchestra, musik, dan keindahan bumi pertiwi,” tutup KPH Notonegoro. []

Related posts