BacaJogja – Senja di Soga, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, berubah menjadi duka pada Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria bernama Parmin, akrab dipanggil Wisnu, meninggal dunia setelah tertabrak truk di depan sebuah tempat biliar, tak jauh dari area karaoke.
Menurut keterangan saksi mata, Wisnu kerap terlihat menyeberang atau bahkan menghadang kendaraan yang melintas. “Sering kok nyegati motor, kadang membahayakan kendaraan lain. Kemarin sore juga sempat nyegati mobil depan rumah saya,” ujar seorang warga. Kali ini, aksi itu berujung tragis.
Jenazah Wisnu kemudian dijemput oleh tim dari MWC NU Semin di rumah sakit, untuk dimakamkan dengan layak.
Di mata sebagian orang, Wisnu memang kerap disebut sebagai ODGJ. Namun bagi warga sekitar dan para relawan, ia bukan sekadar sosok yang dilabeli “orang dengan gangguan jiwa”. Wisnu adalah bagian dari keseharian mereka, dengan caranya sendiri yang unik dan kadang penuh kejutan.
Baca Juga: Penjelasan Polisi soal Pria Asal Brebes Ditemukan Meninggal di Kontrakan Bantul
“Innalillahi, almarhum dulu pernah ngasih saya rokok Surya sebatang,” kenang seorang teman. Ada pula yang mengingat bagaimana Wisnu kadang meminta rokok, lalu menukar dengan merek lain yang lebih baik. “Pernah saya kasih rokok biasa, dia bilang nggak enak, malah dia kasih balik Surya,” kata seorang warga sambil tersenyum getir.
Kenangan yang Masih Hangat
Kepergian Wisnu terasa mendadak. Banyak warga masih mengingat jelas interaksi terakhir dengannya. Pagi sebelum kecelakaan, Wisnu masih terlihat di pasar Semin. Malam sebelumnya, ia bahkan hadir di acara wayangan di Karangsari, bagian dari perayaan rasulan.
“Semalam masih nonton wayang, bahkan sempat diledek dalang. Kok ndilalah, saat itu dalang bercerita soal kematian,” ungkap seorang warga yang turut menunjukkan video singkat kebersamaan Wisnu dengan si wiyaga (pemain gamelan) di acara wayangan tersebut.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Bantul, Pemotor Honda CB150R Meninggal di TKP
Kenangan-kenangan sederhana itulah yang membuat sosok Wisnu tak mudah dilupakan. Ia mungkin dianggap berbeda, namun di antara warga, ia punya tempat tersendiri.
Kini, nama Parmin alias Wisnu tinggal cerita. Tapi kisah-kisah kecil tentangnya—tentang rokok, tentang warung, tentang wayangan, tentang kebiasaannya menyapa orang di jalan—akan terus melekat di ingatan mereka yang pernah bersinggungan dengannya.
Di balik label “ODGJ”, Wisnu adalah manusia yang juga meninggalkan jejak, kenangan, dan rasa kehilangan. Innalillahi. Turut berduka cita, swargi langgeng… []






