BacaJogja – Pemerintah Daerah DIY menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai satu digit pada 2026. Target tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) DIY di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Kamis (20/11/2025).
Menurut Sri Paduka, angka kemiskinan DIY per Maret 2025 berada di angka 10,23%, masih terpaut 1,76% di atas rata-rata nasional. Meski demikian, DIY mencatat penurunan tertinggi dalam satu dekade terakhir, baik kemiskinan umum maupun kemiskinan ekstrem di Pulau Jawa.
“DIY berhasil mencapai penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tertinggi dalam 10 tahun terakhir di Pulau Jawa. Tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan juga terus membaik,” ujar Sri Paduka.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Apresiasi 1001 Atlet Pelajar Berprestasi, Total Tali Asih Capai Rp1,8 Miliar
Realisasi Anggaran Penanggulangan Kemiskinan Capai 77,97%
Hingga triwulan ketiga 2025, Pemda DIY telah merealisasikan 77,97% program penanggulangan kemiskinan dari total anggaran lebih dari Rp548 miliar. Untuk program kemiskinan ekstrem, realisasi baru mencapai 41,02% dari lebih Rp538 miliar.
Sri Paduka berharap percepatan program dapat dilakukan pada triwulan keempat. “Agar tahun depan kemiskinan di DIY mencapai satu digit,” tegasnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin secara konsisten.
Untuk mengejar target tersebut, Pemda DIY menekankan pentingnya identifikasi akar masalah berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ketepatan sasaran bantuan sosial menjadi kunci agar kesalahan inklusi dan eksklusi dapat diminimalisir.
“Langkah intensif dan inovatif perlu dilakukan, termasuk penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025,” tambah Sri Paduka. Penguatan kelembagaan dan penyusunan agenda kerja TKPK juga akan menjadi prioritas.
Baca Juga: Cegah Alih Fungsi Lahan, Pemda DIY Amankan 74 Ribu Hektare Sawah Produktif
Tren Menurun, DIY Tinggal Mengejar 0,24% Lagi
Kepala Bapperida DIY, Danang Setiadi, menyampaikan bahwa tren kemiskinan DIY terus menurun. Dengan angka terbaru di 10,23%, DIY hanya perlu menurunkan sekitar 0,24% untuk masuk ke level satu digit.
“Kami masih menunggu rilis angka kemiskinan per September 2025 dari BPS. Harapannya, angkanya semakin mendekati satu digit,” ujar Danang.
Pemda DIY menjalankan dua program besar untuk pengentasan kemiskinan:
- Pengurangan Beban Masyarakat Miskin
Fokus pada lansia miskin yang tidak dapat diberdayakan. Setiap tahun disiapkan anggaran untuk sekitar 8.000 penerima bansos, dengan data yang terus diperbarui. - Peningkatan Pendapatan Masyarakat Miskin
Dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD, meliputi berbagai pelatihan dan pemberdayaan masyarakat agar pendapatan keluarga miskin dapat meningkat.
Selain itu, Pemda DIY terus melakukan evaluasi terhadap 18 lokus prioritas kemiskinan, dengan harapan jumlahnya dapat terus berkurang setiap tahun. []






