Seniman Lawak Kondang Yogyakarta Bambang Rabiyes Meninggal Dunia, Ini Jejak Panjang Pelawak Rakyat

  • Whatsapp
Bambang rabiyes
Seniman lawak kondang Bambang Rabiyes (Ist)

BacaJogja – Dunia seni dan lawak tradisional Yogyakarta berduka. Seniman lawak kondang Bambang Rabiyes, yang memiliki nama asli Bambang Joko Purnomo, meninggal dunia pada Rabu Kliwon, 24 Desember 2025, dini hari.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 01.00 WIB di RS Panti Nugroho, Pakem, Sleman, dalam usia 55 tahun. Kepergian Bambang Rabiyes meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Yogyakarta yang puluhan tahun menikmati lawakan khasnya di panggung-panggung rakyat.

Read More

Nama Bambang Rabiyes bukanlah sosok asing di dunia kesenian tradisional DIY. Sejak kelas 3 sekolah dasar, ia telah terbiasa naik turun panggung, baik dalam ketoprak maupun berbagai seni pertunjukan tradisional lainnya.

Lahir di Yogyakarta pada 3 Juli 1970, Bambang Rabiyes awalnya bercita-cita menjadi seorang dalang. Namun, nasihat sang ayah, dalang ternama Ki Sugito, justru mengubah arah hidupnya.

“Dadi dalang kuwi abot le, suaramu ora tekan. Luwih becik kowe dadio pelawak,”
(Menjadi dalang itu berat, suaramu tidak sampai. Lebih baik kamu menjadi pelawak).

Nasihat tersebut menjadi titik balik yang mengantarkan Bambang Rabiyes menekuni dunia lawak secara serius.

Belajar dari Senior, Menjadi Pelawak Rakyat

Dalam perjalanannya, Bambang Rabiyes dikenal sebagai sosok yang tak pernah berhenti belajar. Ia banyak menimba ilmu dari para senior, di antaranya Marwoto, Daryadi, serta ayahnya sendiri Ki Sugito, juga kelompok lawak Gito Gati.

Ia dikenal mampu membaca fenomena sosial dan kehidupan sehari-hari, lalu mengolahnya menjadi lawakan segar yang dekat dengan masyarakat. Karakter inilah yang membuat namanya tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Berkat kerja keras dan dedikasinya, Bambang Rabiyes pernah meraih Juara Lomba Lawak tingkat Jawa Tengah–DIY. Salah satu penampilan yang dikenang adalah saat ia tampil di hadapan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam sebuah acara di Jakarta.

Bambang Rabiyes meninggal dunia pada Rabu Kliwon, 24 Desember 2025. Prosesi pangrukti layon dilaksanakan pada hari yang sama, pukul 13.00 WIB, bertempat di Sasanalaya Pajangan, Pandowoharjo, Sleman.

Jenazah diberangkatkan dari Dalam Dukuh Pajangan, Pandowoharjo, Sleman, dengan iringan doa dari keluarga, kerabat, dan para sahabat seniman.

Anak dan Keluarga yang Ditinggalkan

Almarhum meninggalkan keluarga yang kini tengah berduka, yakni:

  • Whisky Bagus Nugroho – Istifadyah (putra dan menantu)
  • Brendy Narendra Brihawan (putra)
  • Jack Denil Enggar Prabakesa (putra)
  • Ki Edi Suwondo (kakak)
  • Ki Edi Endartono (kakak)
  • Keluarga Besar GITO GATI

Keluarga besar berharap doa dari masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Warisan Tawa untuk Yogyakarta

Kepergian Bambang Rabiyes menjadi kehilangan besar bagi kesenian tradisional Yogyakarta. Lawakan khasnya yang sederhana, jujur, dan membumi akan selalu dikenang sebagai bagian dari denyut kebudayaan rakyat.

Bambang Rabiyes mungkin telah berpulang, namun tawa, karya, dan dedikasinya akan terus hidup di hati masyarakat Yogyakarta. []

Related posts