Dua Remaja Konsumsi Miras dan Ugal-ugalan di Jalanan Jogja, Hanya Dibina Polisi: Cukupkah Beri Efek Jera?

  • Whatsapp
remaja miras
Dua remaja konsumsi miras dan ugal-ugalan di jalanan Jogja diamankan Polsek Kraton. Polisi memilih pembinaan daripada penahanan. (Polsek Kraton)

BacaJogja – Dua remaja berinisial AR dan AK diamankan jajaran Polsek Kraton setelah kedapatan mengonsumsi minuman keras (miras) dan berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya Kota Yogyakarta, Kamis (19/2/2026) pagi. Keduanya tidak ditahan, melainkan hanya diberikan pembinaan di Mapolsek Kraton.

Peristiwa ini bermula dari laporan cepat melalui radio komunikasi (HT) dari Polsek Ngampilan yang menginformasikan adanya rombongan pemotor melintas di kawasan Taman Sari menuju arah Kraton dengan kecepatan tinggi dan membahayakan pengguna jalan lain.

Read More

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Unit Samapta Polsek Kraton bersama Kanit Turjawali Polresta Yogyakarta melakukan penyisiran. Petugas akhirnya berhasil menghadang dan mengamankan dua remaja tersebut di wilayah Mantrigawen, Panembahan.

Dari tangan AR dan AK, polisi menyita satu botol minuman keras sebagai barang bukti. Setelah dilakukan pendataan, keduanya dibawa ke Mapolsek Kraton untuk diberikan arahan serta pembinaan mental agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kapolsek Kraton, Denis Efendi, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif dalam menangani pelanggaran yang dilakukan remaja.

“Kami mengedepankan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Namun peran orang tua sangat penting untuk mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari, agar tidak terlibat miras maupun kegiatan yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Upaya Menjaga Kamtibmas Jelang Ramadan

Langkah pembinaan ini juga disebut sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.

Pihak keluarga kedua remaja turut dihadirkan ke kantor polisi. Mereka menyatakan siap meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Proses pembinaan diakhiri dengan pembuatan surat pernyataan oleh AR dan AK untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Sorotan Publik: Pembinaan atau Sanksi Tegas?

Kasus ini memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian menilai pendekatan humanis penting demi masa depan remaja yang masih panjang. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan apakah pembinaan saja cukup memberi efek jera, mengingat aksi miras dan ugal-ugalan di jalan berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.

Fenomena remaja mengonsumsi miras dan berkendara secara berbahaya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Yogyakarta. Selain membahayakan diri sendiri, perilaku tersebut juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

Polisi pun mengimbau masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama mengawasi aktivitas remaja, serta segera melapor jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. []

Related posts