BacaJogja – Kehidupan driver ojek online kerap diwarnai perjuangan yang tidak mudah. Salah satunya dialami seorang ibu single parent di Jogja yang membagikan kisahnya tentang suka duka bekerja sebagai pengemudi ojol demi menafkahi kedua anaknya.
Dalam curhatannya, ia mengisahkan bagaimana motor lamanya sudah tidak bisa diandalkan lagi karena sering mogok di jalan, bahkan beberapa kali saat sedang mengantar penumpang. Mau tidak mau, ia harus menjual motor lamanya untuk dijadikan uang muka motor baru agar bisa terus bekerja.
“Motor lama saya sudah empat kali mogok di jalan pas bawa customer. Akhirnya saya terpaksa jual untuk DP motor baru supaya bisa tetap jalan ngojek,” tuturnya.
Baca Juga: Nuansa Majapahit di Gapura Baru Nglembu Bantul, Simbol Kebersamaan Warga
Namun, perjuangannya tidak berhenti sampai di situ. Motor barunya masih dalam proses administrasi, sehingga STNK dan plat nomor resmi baru bisa turun setelah tiga bulan. Pada awal dua bulan pertama, ia bersyukur karena para pelanggan (customer) masih memaklumi kondisi tersebut.
Sayangnya, memasuki bulan ketiga, ia justru menghadapi masalah baru. Beberapa kali pelanggan melaporkan motornya ke pihak aplikator karena dianggap tidak sesuai dengan data di aplikasi.
“Kalau saya tetap nekat jalan, risikonya akun bisa kena suspend atau bahkan diputus mitra. Padahal ini satu-satunya pekerjaan saya untuk menafkahi anak-anak,” ungkapnya.
Baca Juga: Spogomi Indonesia Qualifier 2025 Meriahkan Road to Jogja Wellness Cultural Festival di Yogyakarta
Ia mengaku selalu berusaha menjelaskan kepada pelanggan mengenai kondisi sebenarnya. Namun, tidak semua bisa memahami, dan tetap ada yang melaporkan. Situasi ini membuatnya was-was, sebab pemutusan mitra berarti hilangnya sumber penghasilan utama untuk dirinya dan anak-anak.
Lewat kisahnya, ia berharap para pelanggan ojol bisa lebih memahami perjuangan para driver di jalan. “Kita nggak pernah tahu seberat apa hidup orang lain. Tolong jangan sampai laporan yang tidak dipahami justru memutus rezeki orang lain,” pesannya.
Cerita ini menjadi potret nyata bagaimana para pengemudi ojek online tidak hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga berjuang demi keluarganya. Mereka berhadapan dengan berbagai kendala teknis maupun administratif, namun tetap harus bertahan demi orang-orang tersayang. []






