Viral Penangkapan Ikan Aligator di Sungai Belik Pleret Bantul

  • Whatsapp
ikan aligator bantul
Viral warga menangkap ikan aligator di Sungai Belik, Wonokromo, Pleret, Bantul. (Ist)

BacaJogja – Warga Pandes, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, dibuat heboh setelah berhasil menangkap seekor ikan aligator di aliran Sungai Belik. Penangkapan ikan predator yang berasal dari Amerika Utara itu sontak viral di media sosial, mengingat keberadaannya dianggap berbahaya bagi ekosistem perairan lokal.

Ikan aligator (Atractosteus spatula) yang ditangkap warga berukuran cukup besar, yakni sepanjang 70 sentimeter, dengan berat lebih dari 1 kilogram. Tubuhnya sebesar lengan orang dewasa, dengan moncong panjang mirip buaya serta gigi-gigi tajam yang siap memangsa ikan lain.

Read More

“Kalau dibiarkan, ikan ini bisa menghabisi populasi ikan lokal seperti wader, gabus, udang, hingga uceng yang selama ini hidup di Sungai Belik,” kata salah satu warga yang ikut menangkap ikan tersebut.

Baca Juga: Waspada Gigitan Ular di Indonesia: 135 Ribu Kasus per Tahun, Dokter UGM Ingatkan Penanganan Pertama yang Tepat

Ancaman Serius bagi Ikan Lokal

Keberadaan ikan aligator di sungai-sungai wilayah DIY menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, ikan predator ini mampu bertahan hidup lama, bahkan bisa tumbuh hingga 2–3 meter dengan berat mencapai 100 kilogram di habitat asalnya. Jika dilepasliarkan, ikan aligator berpotensi merusak keseimbangan ekosistem dengan memangsa ikan endemik.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No. 41 Tahun 2014 telah menetapkan ikan aligator sebagai jenis ikan berbahaya yang dilarang untuk dipelihara, diperjualbelikan, maupun dilepas ke perairan umum.

Baca Juga: Warganet Heboh, Perempuan di Bantul Bagikan Pengalaman Jadi Korban Perekaman Video Saat Mandi

Viral di Media Sosial

Video penangkapan ikan aligator di Sungai Belik Pleret ini dengan cepat beredar di media sosial. Banyak warganet menyoroti fenomena pelepasan ikan hias eksotis ke sungai yang justru bisa menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ikan asli Indonesia.

Pakar perikanan juga kerap mengingatkan agar masyarakat tidak melepas ikan predator invasif ke perairan umum. Selain membahayakan ikan lokal, hal ini juga bisa merugikan nelayan serta ekosistem sungai secara keseluruhan.

Kasus penangkapan ikan aligator di Bantul ini diharapkan menjadi pelajaran agar masyarakat lebih bijak dalam memelihara ikan hias. Jika sudah tidak sanggup merawat, masyarakat sebaiknya menyerahkan ikan tersebut ke instansi terkait alih-alih melepasnya ke sungai. []

Related posts